2020-12-01 |  Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Selebriti, Anggota Panitia Keenam DPR RI, Tommy Kurniawan pun mengomentari perbincangan hangat hasil penelitian kalung aroma kayu putih oleh Kementerian Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Bali).

Menurut Tommy, kalung ini merupakan kalung yang sangat menjanjikan. Buktikan keberadaan tumbuhan rempah nasional dengan khasiat istimewa. Oleh karena itu, sebagai negara kaya, inovasi anak di negeri ini harus didukung dan diapresiasi semua pihak. Instagramnya, @ tommykurniawan, Kamis (16 Juli 2020).

Tommy mengatakan bahwa aroma dan terapi yang dihasilkan dari kalung kayu putih tersebut dapat dengan cepat merilekskan tubuh dan pikiran. Ia yakin kayu putih memiliki aroma unik yang membuat lebih mudah bernapas.

“Saya merasa seperti saya menggunakan minyak angin, tapi saya tidak perlu mengaplikasikannya,” kata Tommy.

Di saat yang sama, Chairul Anwar Nidom, Guru Besar Biologi Molekuler Universitas Airlangga (Unair), mengatakan inovasi ini sebagai jawaban atas pandemi jamu Covid-19 Indonesia.

“Saran saya kepada tim ini minimal melanjutkan uji coba hingga uji praklinis,” ujarnya.

Menurut Nidom, mereka telah melakukan tiga tes. Pertama uji bahan dasarnya, dalam hal ini 1.8 Cineole (misalnya, Eucalyptus) untuk target sasaran. Ini biasanya dilakukan di luar tubuh tanpa terlalu banyak variabel yang mempengaruhi lingkungan.

Kedua, uji formulasi, setelah bahan awal ditambahkan dan bentuk pemberian (seperti collar atau inhalant) ditentukan, maka harus diuji melalui uji praklinis. Pengujian menggunakan hewan laboratorium. Yang ketiga melibatkan uji klinis. Tes ini mungkin atau mungkin tidak dilakukan.

“Jika ingin menggunakan obat di rumah sakit atau klinik, harus melakukan tes ini.” Pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan