2020-12-01 |  Kilas Kementerian

RIAU TRIBUNNEWS.COM-Pemanfaatan teknologi koreksi cuaca (TMC) untuk merekayasa hari hujan yang dirancang untuk merendam gambut telah berhasil mengurangi kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau. Selain pekerjaan lapangan rutin yang dilakukan oleh tim kerja terintegrasi, TMC juga merupakan pekerjaan preventif.

TMC tahap kedua telah selesai dilaksanakan sejak 24 Juli 2020, karena Riau pernah mengalami dua periode kritis kebakaran hutan dan lahan yaitu Februari-Maret dan Agustus-September. -Direktur Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bidang Perubahan Iklim menyampaikan bahwa kegiatan TMC dilakukan bersama oleh BNPB, BPPT, TNI AU dan mitranya. “Taburkan benih dan hujan di beberapa daerah yang rawan kebakaran hutan dan lahan,” kata Ruandha kepada media, Minggu (8/9/2020). Selain itu, hal itu juga akan dipengaruhi oleh kecepatan dan arah angin, sehingga hujan turun di area yang ditentukan. Direktur Pengendalian Karhutla Basar Manullang mengungkapkan, sejak 24 Juli hingga 8 Agustus 2020 telah dilakukan ekspor penerbangan TMC sebanyak 9 kali di Riau, dengan total bibit NaCl 7,2 ton.

“Menerapkan TMC Bassal di daerah rawan hutan dan lahan:” Seperti Pekanbaru, Siak, Perlawang, Indragiri Hulu dan Indragiri Hiril Api seperti itu. “Upaya ini dapat meredam kebakaran hutan dan potensi lahan yang diharapkan BMKG pada periode puncak Agustus hingga September. Volume pendaratan di Provinsi Riau mencapai 14,4 juta meter kubik.

TMC di lahan gambut Basahnya air berdampak pada berkurangnya titik panas di Riau.Sejak diberlakukan TMC di Riau, sejak kemarin, 24 Juli 2020 hingga Senin (9 Agustus 2020), belum ada tingkat kepercayaan 80 berdasarkan satelit Terra Aqua Nasa. % Untuk memantau hot spot. – “TMC juga akan diadakan di provinsi Jambi dan Sumatera Selatan. Kami berencana mulai pada 12 Agustus 2020. Basar mengatakan akan terus bekerja keras mencegah kebakaran hutan dan lahan hingga masa kritis berlalu. Tepatnya, tiga sesi TMC digelar di Riau pada tahun ini.-Tahap pertama Maret 2020, dan tahap kedua Tanggal 11 sd 31 Mei 2020. Tahap ketiga 24 Juli 2020. Masih berlangsung sampai sekarang.

“Kita bersyukur sampai akhir Agustus terjadi kebakaran hutan dan lahan di Riau. Terkendali, kami berharap pada momen kritis ini, kami bisa lewat tanpa bencana Kahutra dan asap, ” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan