2020-11-30 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Administrasi Kelautan Kementerian Perhubungan terus mendorong swasembada pangan khususnya swasembada daging sapi nasional agar kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi. Kementerian Perhubungan Kapten Visnu Handke, Administrasi Umum Angkutan Laut terus memberikan dukungan agar dapat terus mengoperasikan kapal ternak enam kepala (ocean liner) yang telah beroperasi sejak 2018 untuk memenuhi swasembada pangan khususnya daging sapi. “Bahkan dalam pandemi Covid-19, pengguna jasa sudah bisa dipastikan mempersiapkan dan mengangkut ternak,” kata Capt Wisnu di Jakarta, Rabu, 24 Juni. Lanjutkan ke Kapten, setiap kilometer. Camara Nusantara 1 dioperasikan oleh PT. KM, Perni. Camara Nusantara 2 dioperasikan oleh PT. Pelayaran Wirayuda Maritim, Queensland. Camara Nusantara 3 dan KM. Cemara 4 dioperasikan oleh PT. Lintas Globalindo, bawah laut di Queensland. Camara Nusantara 5 dioperasikan oleh PT. Area garis. Kelima kapal tersebut beroperasi dari pelabuhan dasarnya di NTT Coupang. Kapal lainnya adalah KM. Camara Nusantara 6 dioperasikan oleh PT. Pelabuhan utama ASDP adalah Kw andang Gorontalo.

“Berdasarkan data Juni 2020, enam kapal mengangkut 13.163 ekor sapi, 24 kambing dan 24 kuda untuk memenuhi kebutuhan daging. Wilayah Indonesia khususnya Kapten Wisnu mengatakan:” Provinsi DKI, Jakarta . Menurutnya, rencana pengoperasian kapal khusus pengangkutan ternak yang disediakan Kementerian Perhubungan merupakan salah satu implementasi dari rencana Tol Laut karena mendukung terwujudnya sentra produksi ternak untuk membawa hewan ke kawasan konsumsi, maka dalam hal ini , Biaya operasional selalu disubsidi oleh pemerintah melalui anggaran Kementerian Perhubungan (dalam hal ini oleh Administrasi Umum Angkutan Laut).

“Anggaran subsidi yang diberikan oleh Administrasi Umum Perhubungan untuk pengoperasian kapal sapi enam kepala juga mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2020, kami telah mengalokasikan dana sebesar 46,5 miliar dolar AS. Kapten Visnu mengatakan, jumlah ini lebih tinggi dari anggaran tahun 2018 sebesar 36,8 miliar dan tahun 2019 sebesar 23,3 miliar.

Sedangkan untuk 6 ruas jalan yang dilayani 6 ekor sapi, masing-masing ruas jalan merupakan ruas jalan RT-1 dengan satu pelabuhan.NTT terletak di Kupang dan melayani Wang-Wainga. Tol pu-Tanjung Priok-Pelabuhan Cirebon-Kupang; Jalan RT-2 dengan dasar pelabuhan Kupang NTT melayani jalan Kupang-Wini-Atapupu-Tanjung Priok / Banjarmasin / Samarinda-Kupang; dengan Tol RT-3 Pelabuhan Pangkalan Coupang, NTT melayani Jalan Coupang / Bima-Tanjungpruk-Coupang / Bima

Tol RT-4 dengan basis pelabuhan Kupang, NTT melayani jalan Kupang-Wini-Atapupu-Samarinda / Balikpapan-Kupang; Tol RTT, berbasis pelabuhan NTT Kupang menuju Kupang-Banjarmasin – Tol Bima-Banjarmasin-Kupang; dan Tol RT-6 dengan Pelabuhan Kwanang sebagai basis pelabuhan, melayani jalan Tol Kwandang-Tarakan-Balikpapan / Samarinda-Kwandang.

Untuk Idul Adha, ini biasanya merupakan musim puncak angkutan ternak. Permintaan daging sapi segar meningkat drastis. Biasanya sebagian besar barang dikirim ke Jakarta, sebelum Idul Adha akan ada permintaan dari daerah lain seperti Samarinda, Balikpapan, Riau dan Bangkulu yang tidak berada pada jalur reguler yang disediakan oleh pemerintah daerah. Kapten Wisnu Handoko diminta menambah atau mengubah jalur pengoperasian kapal penangkaran, menjelaskan prinsipnya selama sapi masih berada di Indonesia, semua perahu ternak bisa digunakan untuk angkutan.

“Setelah mendapat subsidi pemerintah, saat ini trayek kapal pemeliharaan ternak sesuai dengan trayek yang direncanakan tahun lalu, dan trayek serta pelayarannya ditentukan sesuai usulan daerah pengirim dan penerima,” kata Kapten Visnu. Ditambahkan pula bahwa jika ada permintaan penyimpangan rute di luar rentang yang telah ditentukan pada tahun berjalan, harus ada proposal resmi daerah pengirim, dan penerima harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan.Badan ini terdiri dari Administrasi Umum Angkutan Laut Kementerian Pertanian, Biro Transportasi dan Transportasi Laut, dan Kementerian Kesehatan Hewan. Penanggung jawab yang relevan menyimpulkan: “Pencapaian akan didanai oleh pihak pengirim ternak.” Wisnu (*)

Tinggalkan Balasan