2020-11-30 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-PT. Siam Maspion Terminal (SMT) secara resmi mengelola Terminal Siam Maspion Pelabuhan Gresik, dengan merek Otoritas Pelabuhan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Gresik II dan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) telah menandatangani perjanjian konsesi oleh PT. Minggu (9/8/2020) sore di SMT Surabaya, Jawa Timur. -R Agus H. Purnomo, General Manager Perusahaan Angkutan Laut, mengatakan setelah Gresik R. Totok Mukarto, Kepala Kantor Sekunder KSOP, dan Direktur PT menandatangani perjanjian konsesi. SMT Marianus Oei, pemerintah secara resmi memberikan konsesi dan konsesi PT. SMT akan menyediakan layanan pelabuhan di Siam Maspion Terminal selama 43 tahun masa konsesi yang telah disepakati, dengan pendapatan konsesi mencapai 2,5% dari total (total) pendapatan. Menurut Dirjen Agus, sejak berlakunya UU Kelautan Nomor 17 Tahun 2008, pihak swasta dan BUMN / BUMD memiliki peluang investasi terbesar untuk berinvestasi di sektor pelabuhan. Digunakan untuk manajemen terminal dan pelabuhan. Ia mengatakan: “Konsesi juga menjadi kunci utama, bukan aktivitas pelabuhan itu sendiri.” Ia menyampaikan terima kasih kepada PT. SMT menjadi BUP swasta murni pertama yang disahkan oleh konsesi di Jawa Timur, dan menjadi pelaksana kegiatan usaha jasa pelabuhan di terminal Siam Maspion di Pelabuhan Gresik. Direktur Utama Agus mengatakan untuk meningkatkan efisiensi logistik nasional agar ke depan biaya logistik dapat ditekan dan berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat sekitar pelabuhan. .

“Pelabuhan Gresik dekat dengan Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya, dan lokasi ini sangat strategis untuk menghubungkan wilayah barat dan timur Indonesia,” kata Totok. Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi, daerah pedalaman akan meledak lebih cepat dan menjadi salah satu penopang arus investasi Indonesia. Ia mengatakan: “Dengan adanya konsesi ini, saya berharap dapat membantu mendukung rencana pemerintah untuk meningkatkan operasi logistik nasional yang efisien dan meningkatkan kemampuan pelayanan pelabuhan di Pelabuhan Greswick.”

Adapun PT. SMT adalah perusahaan patungan antara PT. Maspion Investindo (Maspion Group) dan SCG Chemical Pte. Ltd. (Thailand SCG Group) didirikan pada tahun 1995 dan dikomersialkan pada tahun 1998. Ini adalah pemilik dan pengelola TUKS dan terletak di Kawasan Industri Maspion-Manyar-Gresik. Sejak PT pada tahun 2010 dan seterusnya, SMT telah memperoleh izin komersial dari BUP. Maspion juga akan bekerja sama dengan Dubai World Ports untuk mengembangkan terminal peti kemas di kawasan Gresik.

Tinggalkan Balasan