2020-11-30 |  Kilas Kementerian

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Perubahan perilaku masyarakat menjadi garda terdepan dalam penanganan virus Corona. Artinya jika masyarakat terkena tindakan disipliner, seperti menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker serta prosedur kesehatan lainnya, maka penanganan virus Corona akan berhasil. Investigasi Kelompok Kerja COVID menunjukkan bahwa masyarakat perlu menerapkan tiga hal.

Menjaga jarak dengan orang lain adalah kebiasaan baru, yang paling sulit dilakukan, karena manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial yang berkumpul, bertemu, dan menyapa dalam jarak dekat. Widodo Muktiyo dari Departemen Kajian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan menjauhkan diri saat berinteraksi. Widodo mengatakan dalam siaran persnya pada Senin, 21 September: “Jika Anda dipaksa untuk bertatap muka, perlu diketahui bahwa kondisi operasi perjanjian prot ini ketat dan menjaga jarak dari Anda untuk memaksimalkan penggunaan teknologi virtual.” Salah satu kebiasaan baru bersosialisasi untuk mencegah penyebaran Covid-19 di masyarakat adalah menjaga jarak.

“Dalam minggu-minggu ini kita sudah mulai menjaga jarak, bagaimana berinteraksi dengan orang lain. Kita benar-benar menjaga jarak, setidaknya kita harus memisahkan tangan, tangan orang lain yang kita ajak bicara juga sama, sekitar 1,5 sampai 2 meter,” imbuhnya. – — Menurut Widodo, menjaga jarak dua meter saat orang berinteraksi satu sama lain akan mencegah penyebaran virus. Ingatlah bahwa percikan air dari hidung atau mulut tidak akan dapat mencapai jarak aman ini. covid19.go.id, Jaga Distant efektif melindungi diri terhadap COVID-19 karena virus penyebab COVID-19 dapat ditularkan melalui percikan air dari mulut dan hidung orang yang berbicara, batuk atau bersin.

Tinggalkan Balasan