2020-11-30 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Kamis (7 Juli 2020) 467 pelaut Indonesia akan tiba di Jerman sebagai awak kapal AIDA Cruise. -Pada tanggal 21 Juli 2020, dua pesawat carteran yang membawa awak Indonesia diangkut dari Bandara Soekarno Hatta di Jakarta ke Bandara Jerman Rostock Lac. -Setelah tiba di Jerman, Dubes RI untuk Jerman langsung menyapa awak kapal Indonesia Arif Hafaz Oegroseno didampingi oleh Kepala AIDA Cruise Line.

Baca: Indonesian Sea Motors Kapal yang terbakar di Laut Jawa dan 26 awaknya mengucapkan selamat, kemudian ABK Indonesia segera berangkat ke AIDA Cruises Germany untuk melakukan self check. Pengiriman ABK ini dilakukan melalui perusahaan rekrutmen dan penempatan awak kapal atau Surat Izin Rekrutmen dan Penempatan Awak Kapal Komersial (SIUPPAK) yang dikenal di PT. Alpha Magsaysay .

Baca: Perbaikan bangkai kapal harus mengikuti syarat dan prosedur hukum yang berlaku-Sudiono mengatakan, Direktur Biro Navigasi dan Maritim, Dirjen Kelautan Sudiono mengatakan, awak kapal Indonesia yang dikirim ke Jerman akan menggunakan jaringan kapal milik AIDA Cruise ( Yakni, awak kapal pesiar di AIDA Mar, AIDA Perla dan AIDA Blu.

Untuk mencegah penyebaran Covid-19, ada pembatasan jumlah penumpang dan awak hingga 1/3 dari total kapasitas kapal. Total kapasitas kapal AIDA Mar sendiri adalah 3.306 orang, dengan hanya 800 penumpang dan 440 awak (total 1.240 orang), sedangkan AIDA Perla berkapasitas 5.300 yang hanya mampu menampung 1.200 penumpang dan 860 awak (total 2.060 orang) ). — Bacaan: Kementerian Perhubungan Perkuat Pengawasan dan Penegakan Hukum di Sektor Maritim- “Semua awak yang berangkat sudah lulus tes PCR dan dikarantina di hotel yang ditunjuk pemilik kapal. Begitu pula, setelah tiba di Jerman, karantina sebelum naik ke pesawat Butuh 72 jam, “kata Sudiono.

Ia melanjutkan: “Sambil menunggu hasil test PCR, seluruh awak kapal ditempatkan di hotel yang ditunjuk oleh pemilik kapal dan menjalani pemeriksaan rutin di kapal. Biaya tersebut ditanggung oleh pemilik kapal.”

Selain itu, Sudiono Melanjutkan, sebelum naik, semua awak kapal juga perlu menjalani pelatihan kebersihan dan kesehatan sesuai dengan standar dan kondisi yang telah disertifikasi oleh perusahaan independen SGS Fresenius di Jenewa.

Tinggalkan Balasan