2020-11-30 |  Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Menteri Desa, Daerah Miskin dan Imigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengimbau narasumber dan kampus untuk ikut serta membantu kepala desa menyusun rencana pembangunan desa . -Abdul Halim (Abdul Halim) mengungkapkan salah satu kendala yang menghambat pembangunan desa adalah pekerjaan perencanaan.Selama ini masih banyak kepala desa yang datang ke desa bukan sesuai kebutuhan melainkan sesuai keinginan atau keinginannya. Untuk pengembangan. Terkait desa-desa terdekat, Menteri Halim mengatakan dalam webinar nasional yang diselenggarakan Universitas Negeri Malang, Senin (6/6/2020), tampaknya ada perebutan di lokasi pembangunan. -Julukan Menteri Gus Abdul Halim Iskandar (Abdul Halim Iskandar) mengatakan melalui keterkaitan antara pemateri dan kampus maka pembangunan desa akan lebih difokuskan pada prioritas agar masyarakat bisa membangun desa. Ekonomi masyarakat pedesaan berkembang.

Mantan Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur ini melanjutkan, dana desa selama ini digunakan untuk membangun jalan infrastruktur, menghubungkan satu desa dengan desa lainnya, atau menghubungkan desa satu dengan desa lainnya. — Itu harus didasarkan pada manfaat peningkatan ekonomi.

“Misalnya poros pedesaan harus dihubungkan dengan institusi pendidikan, puskesmas atau tempat produksi, baik itu produksi pangan atau lainnya.” -Menteri Gus meminta agar dapat mengkaji dan mengevaluasi perkembangan yang tidak dianggap berdasarkan kebutuhan.

Pada tahun anggaran berikutnya 2021, dana pedesaan harus digunakan dengan lebih bijak sesuai dengan kebutuhan darurat atau skala prioritas.

Di Papua, Papua Barat dan NTT, masih ada sekitar 5.000 desa yang belum teraliri listrik. Oleh karena itu, dasa desa harus digunakan dalam rencana elektrifikasi pedesaan.

‚ÄúSelama ini desa kedua adalah sekitar 1.500 desa yang belum memiliki internet, maka kami akan mencoba menggunakan dana desa di desa-desa tersebut pada tahun 2021. Tentunya manfaat belanja internet juga akan dibagikan oleh Kominfo, Telkom bekerja sama dengan semua pihak yang berwenang, “pungkas pria kelahiran Jombang itu. (*)

Tinggalkan Balasan