2020-11-29 |  Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Saat ini, ketika Covid-19 telah menyebabkan kelemahan di berbagai industri, tidak kurang dari 10.026 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) masih bertahan dan terus melakukan transaksi ekonomi.

Menteri Pedesaan menyampaikan bahwa daerah miskin dan pendatang, Abdul Halim Iskandar (Abdul Halim Iskandar) pada Senin (20/7/2020) di Jakarta untuk karya virtual mahasiswa IAIN Tulung Agung Instruksi disediakan untuk tamasya itu. Menteri Harim mengatakan: “Yang perlu dilakukan hari ini adalah merevitalisasi BUMD dalam skala yang lebih besar. Dengan begitu, kegiatan ekonomi berlangsung, dan perdagangan dilakukan secara ekonomi di desa.” – Gus (Gus) Julukan tersebut menyebutkan, dari 74.953 desa di Indonesia, sekitar 51.000 BUMD sudah terbentuk. Sebelum pandemi Covid-19, terdapat sekitar 37.000 pengusaha yang menjalankan bisnis atau melakukan transaksi ekonomi. Belakangan ini, banyak kegiatan ekonomi BUMD yang menurun.

“Saat ini, saat pandemi Covid-19, masih hanya 10.026 BUMD yang melakukan transaksi ekonomi. Memang terjadi penurunan yang sangat besar. Dr. UNY Honoris Causa menyatakan:“ Bahkan dalam keadaan yang sangat sulit akibat wabah, Masih ada BUMD yang bergerak di kegiatan ekonomi. Menurutnya, 1.026 BUMD yang melawan pandemi Covid-19 adalah BUMD. Ia berdasarkan inisiatif masyarakat berdasarkan analisis ekonomi dan bisnis.

Beda dengan BUMD yang dibuat melalui program pemerintah daerah, katanya sudah ada Tren tidak dapat dipertahankan. Artinya didasarkan pada analisis hierarkis kebutuhan masyarakat, bukan berdasarkan rencana pemerintah daerah. Inilah mengapa kami menggunakan sistem “top-down” daripada “top-down”, “Jawa Timur” Kata mantan ketua DPRD itu. Menurut dia, dalam menghadapi krisis ekonomi, rencana bisnis yang tepat dan matang akan sangat mempengaruhi ketahanan BUMDes.

Tinggalkan Balasan