2020-11-29 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Riau pada Sabtu (18 Juli 2020). Secara khusus, ia bekerja sama dengan Dr. Syamsuar, Gubernur Provinsi Riau, dan Pol Agung Setia Imam Efendi, Kapolda Riau, serta Irjen Pol Agung Setia Imam Efendi untuk terus memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Setelah kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2015, berbagai tindakan korektif telah diambil. Selain mengadopsi berbagai bentuk kebijakan kunci untuk memperluas kerja operasional Pokja Kebakaran Hutan dan Lahan, peringatan dini juga dilakukan untuk memprediksi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Menteri Siti menyatakan bahwa ini merupakan langkah penting dalam perjalanan panjang menuju konsolidasi upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan secara permanen. Ke tingkat situs. Di tingkat operasional, kerja sama antar anggota kelompok kerja seperti Mangala Agni, pemerintah daerah, Polri, Partai Nasional Turki, Polri Perancis, AMP, pihak swasta dan kelompok masyarakat lainnya juga diperkuat.

Provinsi Riau (Siti) sudah memiliki sistem dashboard pemantauan kebakaran hutan dan lahan. ini baik. Oleh karena itu, mereka dapat bekerjasama dengan Manggala Agni, BPBD dan instansi terkait lainnya untuk melaksanakan sistem pengendalian Karhutla yang merupakan bagian dari kerja Pokja Riau Karhutla. Kata Menteri Siti. Tahap kedua, kita harus waspada dari akhir Juni hingga akhir Oktober. Semua ini bisa ditemukan, “KLHK dan BPPT serta mitranya bekerja sama dari tanggal 13 hingga 30 Mei menggunakan teknologi pengubah cuaca untuk melakukan kebakaran di Riau untuk merancang proyek membasahi gambut di hari hujan dan mengisi waduk dan kanal. Dalam waktu dekat, BNPB dan BPPT akan melakukan TMC untuk memprediksi kritis kebakaran hutan dan lahan tahap kedua, dan BMKG mengharapkan tahap ini mencapai puncaknya pada Agustus. Menteri Siti mengatakan pengendalian kebakaran hutan dan lahan serta pengelolaan gambut dan Pertanian tidak lepas dari sistem kearifan lokal. Siti mengatakan: “Pengalaman Capoda, bagaimana situasi Babinsa, Babin Kamtimas, apa konflik di lapangan, dan apa solusi di lapangan, kita diskusikan Semua masalah ini. “

Tinggalkan Balasan