2020-11-29 |  Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Turnamen Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-37 digelar pada Rabu (9/9/2020) di GOR POPKI Cibubur, Jakarta Timur.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya masih di berbagai daerah, karena pandemi Covid-19 di Indonesia, perayaan tahun ini diadakan di Jakarta.

“Kami menyadari bahwa kami saat ini sedang dalam situasi krisis, sehingga berpikir dan bertindak merupakan tantangan bagi kami.” Menpora Zainudin Amali mengatakan bahwa langkah yang luar biasa adalah menjaga kedisiplinan dengan terus melaksanakan tata tertib kesehatan yang disiplin. Productivity “. Dalam hal ini Menpora mengusulkan tiga tema utama yang akan diselenggarakan pada HAORNAS ke-317, yaitu keilmuan olahraga, wisata olahraga, dan olahraga industri olahraga.

” Jika kita ingin meningkatkan prestasi olahraga dan meningkatkan Kondisi fisik masyarakat, maka ilmu keolahragaan mau tidak mau akan mengiringi perkembangan pelatih olahraga negara. Berbagai negara maju di bidang olahraga telah menerapkan ilmu keolahragaan. Ilmu keolahragaan dapat diukur secara akurat, sehingga hasilnya dapat dijadikan standar dan pedoman perkembangan atlet. Apalagi jika kita ingin menjadi tuan rumah olimpiade berikutnya. Mulai tahun 2032, mulai sekarang, kaum muda berusia 10 hingga 13 tahun siap menjadi atlet top dengan bantuan ilmu olahraga yang sesuai. -Dari segi wisata olah raga, Menpora meyakini bahwa kondisi alam Indonesia (baik darat, laut, pegunungan dan cuaca) sangat kondusif untuk menjadi destinasi wisata olah raga (sport tourism), apalagi berbagai negara menyediakan paket wisata olah raga untuk menjadi pariwisata Indonesia. Sumber devisa negara mereka. — “Perlu lebih banyak lagi kegiatan yang perlu kita lakukan, seperti Singkarak Tour dan Ijen Tour bersepeda, Borobudur Marathon triathlon dan kegiatan lain yang menarik wisatawan, apalagi tahun depan akan kita adakan MotoGP. NTB di Mandalika”, kata Menpora . — Untuk industri olah raga, Menpora berkeyakinan bahwa kegiatan olah raga yang ada saat ini tidak direklasifikasi oleh Jawatan Keolahragaan, baik itu industri komoditi (alat olah raga) maupun industri jasa (olah raga event management). Apalagi menurutnya potensi industri olah raga Indonesia cukup besar, namun karena kebutuhan alat olah raga masih besar, kita belum memanfaatkannya sebaik-baiknya. Harus diimpor dari luar negeri. Oleh karena itu, kalangan industri harus sudah mulai melakukan sosialisasi kepada para atlet olahraga agar dapat menggunakan peralatan olahraga dalam negeri semaksimal mungkin.

Tinggalkan Balasan