2020-11-29 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sumber Daya Manusia (Menaker) Ida Fauziyah mengimbau kepada seluruh pelaku usaha untuk bersinergi terus mempromosikan dan melaksanakan kesepakatan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lokasi masing-masing agar dapat terus menjaga produktivitas, kegiatan ekonomi yang aman dan sehat. . -Menurut Ida Fauziyah, saat terjadi pandemi Covid-19, penting bagi wirausaha dan peserta didik serta seluruh pemangku kepentingan di dunia usaha untuk menerapkan K3, terutama pelaksanaan pekerjaan yang efektif dan efisien di semua tempat kerja. Tenaga penggerak di bidang kesehatan semakin meningkat.

“Colobaroas bertujuan untuk mencegah dan menanggulangi upaya. Dampak pandemi Covid-19 dapat terlaksana dengan baik dan membutuhkan peran, kerjasama dan kolaborasi dari berbagai stakeholders / stakeholders K3,” Ai Kata Da Fazia dalam upacara pembukaan. Kuliah (webinar) di seminar skala kerja online Komisi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (GO-DK3N). ), dengan tema “K3 Kunci Penting Keberlangsungan Usaha dan Perlindungan Pekerja / Pekerja di Bawah Normal Baru”, Jakarta, Kamis (6/4/2020).

Ida Fauziyah menambahkan bahwa K3 merupakan kunci penting untuk mencapai kelangsungan usaha dan perlindungan pekerja / pekerja dalam rangka pencegahan dan pelampauan Covid-19.

Namun, jika persyaratan K3 dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan merupakan implementasi dari budaya dan protokol serta standar pencegahan K3, diharapkan tempat kerja dapat terlindungi dari penyebaran Covid-19.

Selama ini Menaker Ida mengatakan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai upaya pencegahan Covid-19 di perusahaan, rencana kelangsungan bisnis, penggunaan tindakan pencegahan Covid-19 agar dapat kembali bekerja dengan selamat; Dalam insiden Covid-19 yang relevan, pekerja dilindungi dengan memastikan keselamatan kecelakaan kerja (JKK); standar pengawasan diperkuat untuk mencegah penyebaran Covid-19; dan pemangku kepentingan K3 (DK3N, lembaga K3, universitas, tenaga kerja internasional Organisasi, BP Jamsostek, BPJS Ketenagakerjaan, Apindo, SP / SB). Kesepakatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di perusahaan. Menaker Ida menyatakan kebijakan ini bertujuan untuk menjamin perlindungan pekerja dan kelangsungan bisnis di era normal baru. MenakerIda mengatakan melalui kebijakan ini, perseroan harus mengembangkan tujuh rencana kelangsungan bisnis. Dalam menghadapi pandemi, perusahaan juga harus melaksanakan kegiatan dan memastikan bahwa perjanjian sanitasi dilaksanakan dalam pelaksanaan kegiatan usaha.

Tujuh rencana tersebut antara lain penentuan prioritas bisnis; penentuan risiko secara akurat; mitigasi risiko; penentuan tindakan respons terhadap dampak pandemi; merancang dan melaksanakan rencana keberlangsungan bisnis

Menteri Ida mencontohkan hal itu guna memastikan terlaksananya pencegahan Covid -19 Perkembangan di tempat kerja dan implementasi rencana kelangsungan bisnis, pengawas ketenagakerjaan akan menggunakan adopsi untuk melaksanakan fungsi mendorong dan memeriksa pekerjaan dan memeriksa K3 secara online atau secara langsung melalui metode yang aman dan sehat. Kembangkan perjanjian K3 untuk pengawas ketenagakerjaan.

“Sistem dan mekanisme kerja yang aman dan sehat mutlak diperlukan bagi para pengawas ketenagakerjaan untuk menjalankan fungsinya guna mencegah penyebaran Covid-19. Penerapan K3 online tidak akan mengurangi perlindungan pekerja / buruh dan kelangsungan usaha. Fungsinya, “kata Menteri Ida. (*)

Tinggalkan Balasan