2020-11-29 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Sebanyak 8 (delapan) kilometer awak nelayan. Saat MITRA XXI beroperasi sekitar 23 mil di utara Pulau Sinaboi di Rio, kapal tenggelam dan Mitra 21 berhasil dievakuasi ke kondisi aman. Kedua korban ditemukan terapung di dalam air. Hingga akhirnya mereka dievakuasi dan dimuat ke kapal KM. Pemimpin Kalimantan itu sehat dan aman. Selain itu, seluruh awak kapal diserahkan kepada patroli KN KPLP. Kalimasadha P-115 Kamis (24/9).

Diteruskan Panglima Korps Marinir Tanjung Uban dan Pangkalan Penjaga Pantai (PLP) Kapten Hamp Soufrian menjelaskan waktu kejadian. memesan. Dikatakan, setelah komandan KN. Kalimasadha P. 115 telah menerima informasi KM dari kapal. MITRA XXI tenggelam pada Rabu sore dan seluruh awak berhasil diselamatkan oleh KM. Leader Kalimantan (KN). Kalimasadha diperintahkan untuk segera mengevakuasi para korban Pemimpin KM.Kalimantan. Selain itu, pesawat luar angkasa Lego ditambatkan pada posisi GPS 01 ° 02’759 “N / 103 ° 34’507” E .

“Setelah berkoordinasi dengan VTS Batam untuk melacak kapal, Kapten Handry berkata:” Selain itu, dalam Sekitar jam 8 malam, kapal Leader KM.Kalimantan terdeteksi di aplikasi MOCIS Trias Mitra. “Melewati Pulau Rupat Dumai.

” Kemudian VTS Batam melakukan komunikasi dengan KM. Pimpinan Kalimantan setuju untuk memindahkan 8 korban ke kapal KN. Kalimashada berada di perairan Pulau Nipa. Dia menjelaskan: “Kamis pagi (24/9).” Sekitar pukul 07.00 Perang Dunia, 8 korban dievakuasi dari kapal KM. Pimpinan KN Kalimantan. Kalimasada selanjutnya, para korban turun dari mobil di Batam. Setelah sampai di Batam, seluruh korban diserahkan ke Biro Kesehatan Pelabuhan (KKP) Batam untuk pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu.

“Setelah prosedur evakuasi selesai, KN.Kalimasadha kembali ke Batu Ampar Batam, sedangkan KM. Pimpinan kembali melanjutkan perjalanan,” pungkas Handry.

Tinggalkan Balasan