2020-11-28 |  Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Menteri Desa, Daerah Rentan, dan Imigrasi Abdul Halim Iskandar (Abdul Halim Iskandar) bertempat di Forum Pendidikan Tinggi Pedesaan (Pertides) di Jakarta, Selasa (6/2/2020). Upacara halalbilhalal virtual. Gus memanggilnya menteri halalbilhalal, dan ia meminta perguruan tinggi anggota Pertides untuk membantu desa merealisasikan rencana pembangunan 5 sampai 6 tahun.

Menurutnya, pendampingan perguruan tinggi penting agar perencanaan pembangunan dapat memenuhi kondisi, permasalahan dan kebutuhan desa.

“Jika kepala desa, perangkat desa dan masyarakat tidak memahami masalah, kita tidak akan bisa menggali masalah tersebut. Oleh karena itu, bagaimana cara mengangkat masalah tersebut, kemudian bagaimana menyusunnya melalui solusi yang sesuai dengan potensi desa,” ujarnya. -Menteri Gus mengatakan bahwa masih banyak warga desa yang belum mengetahui permasalahan di desa tempat mereka tinggal. Dalam pandangannya, dalam situasi seperti ini perlu dilakukan penyadaran agar semua orang mengetahui permasalahan yang muncul di desanya.

“Tentu saja, jika tidak ada bantuan, akan sulit memahami masalah-masalah tersebut.” Katanya. Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa saat ini Kementerian Pembangunan Daerah Miskin dan Keimigrasian (Kemendes PDTT) sedang merumuskan peraturan tentang pembangunan menteri pedesaan dan pembangunan daerah tertinggal. Dan Keimigrasian (Permendes PDTT) tentang prioritas penggunaan dana tingkat desa pada tahun 2021. Diharapkan ada formula baru untuk memprioritaskan penggunaan dana desa yang dapat memenuhi kebutuhan 74.953 desa di Indonesia.

“Perlu kita perhatikan apa yang dikatakannya:“ Tentang bagaimana Izin dapat memberikan ruang yang cukup bagi desa untuk berproses sesuai permasalahan desa. Memperbaiki. Tapi, di sisi lain, tidak perlu menggunakan rambu-rambu untuk memanfaatkan dana desa tanpa prasangka. “- Di sisi lain, Presiden Pertides Panut Mulyo mengatakan tidak. Pertides memiliki kemauan dan keinginan yang kuat untuk membantu dan membantu desa. Konstruksi. Menurutnya, Pertides akan berkontribusi untuk mempercepat kemajuan daerah, terutama di daerah yang jauh dari perkotaan. Ia melanjutkan, dalam hal ini pihak universitas akan mendapatkan keuntungan dari Proyek Kampung Kampus Merdeka. Dalam program ini, mahasiswa mendapat kesempatan untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan desa.

“Tentunya kesempatan ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Mahasiswa tidak perlu menunggu sampai lulus untuk berinteraksi dan berkomunikasi. Ia menyatakan:“ Ini membantu menyebarkan ilmunya ke masyarakat pedesaan. “(*)

Tinggalkan Balasan