2020-11-11 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa PDB sektor pertanian menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan II tahun 2020, turun 4,19% (Q to Q) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Penurunan year-on-year sebesar 5,32%.

Pada triwulan II tahun 2020 (Q to Q), PDB pertanian meningkat sebesar 16,24%. Bahkan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, sektor pertanian selalu berperan aktif yaitu mengalami peningkatan sebesar 2,19%.

Selain itu Sektor pertanian dan sektor lainnya juga mencapai pertumbuhan positif yaitu sektor informasi dan komunikasi sebesar 3,44%, dan sektor penyediaan air bersih sebesar 1,28%. Pada triwulan II tahun 2020, laju pertumbuhan PDB sektor pertanian dapat mencapai 2,19%, berkat pertumbuhan sub sektor tanaman pangan yang memiliki laju pertumbuhan tercepat sebesar 9,23%.

Profesor Bustanul Arifin pengamat pertanian menilai pertumbuhan positif sektor pertanian, khususnya subsektor tanaman pangan, selain perubahan musim tanam juga patut diapresiasi, karena saat pandemi ke-19 di Kovic disetujui pemerintah Kementerian Pertanian (Kementan) terus bekerja sama dengan petani.

Dalam pandemi tersebut, Kementerian Pertanian terus aktif memberikan bantuan, karena produksi pangan tidak menjadi masalah, dan kegiatan pertanian terus memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional. Salah satu departemen yang betul-betul tidak terpengaruh oleh pandemi korona. Hal ini tentunya juga didukung oleh pihak pemerintah. Pihak tersebut terus menyalurkan bantuan dan bantuan kepada petani. Kementerian Pertanian terus bekerja keras untuk meningkatkan produksi. Salah satunya saat ini menjadi fasilitas Persatuan Kurdi. . Petani tidak lagi dimanjakan oleh bantuan, tetapi sudah mengarah pada beberapa hal mandiri. Kata Bustanul di Jakarta, Rabu (5/8/2020).

Oleh karena itu, Bustanul mengatakan besarnya kontribusi sektor pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi pada triwulan II tahun 2020 tidak terlepas dari peningkatan produktivitas pertanian khususnya tanaman pangan.Oleh karena itu, meski pandemi Covid 19 tidak berdampak negatif terhadap sektor pertanian khususnya pertanian. Pasalnya, tidak hanya ditujukan untuk produksi, namun pemerintah terus mendorong peningkatan ekspor produk pertanian. Ke depan, pemerintah harus memperhatikan kesejahteraan petani guna memenuhi ketersediaan pangan dalam suasana pandemi Covid -19. Sektor pertanian memegang peranan yang sangat penting dan menentukan baik dalam pangan maupun perekonomian. Oleh karena itu, jika pemerintah ingin meningkatkan fokus pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kemiskinan, sektor pertanian adalah kuncinya. -Winarno Tohir, Kepala Pusat Penghubung Petani dan Nelayan, mengatakan pertumbuhan positif sektor pertanian tidak terlepas dari upaya Kementerian Pertanian. Berkat terobosan makanan selama pandemi Covid-19.

Menurutnya, rencana strategis pengembangan pangan dasar dan daerah yaitu strategi penyediaan pangan dinilai sangat sesuai dengan situasi saat ini, dan Kementerian Pertanian saat ini sedang aktif melaksanakan prosedur tersebut.

Tinggalkan Balasan