2020-11-11 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM, Palangka (PALANGKA RAYA) -Selain menyediakan beberapa alat dan mesin pertanian, Kementerian Pertanian juga menggalang sumber daya manusia melalui Administrasi Umum Sarana Pertanian (PSP) untuk mengoperasikan mesin pertanian di Tanah Air. Industri makanan di Kalimantan Tengah. Hal tersebut merupakan bagian dari “Pedoman Teknis Pengoperasian dan Pemeliharaan Alcintan” (Bimtek) yang dilaksanakan di tiga lokasi Kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan mulai tanggal 25-27 Agustus 2020. Provinsi Kalimantan Tengah, Pulang Pisau (Pulang Pisau) Dinas Pertanian dan Dinas Pertanian Kabupaten Capuas. .

Bimtek diikuti oleh Operator (Poktan / Gapoktan), Penyuluh / PPL dan Babinsa.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Food Estate merupakan rencana keamanan pangan pemerintah yang melibatkan banyak departemen. – “Tujuan kami untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Untuk itu, kami mengajak semua pihak untuk bertindak cepat untuk bersama-sama mendukung rencana pemerintah ini.” Kata Menteri Pertanian SYL, Sabtu (9 Desember 2020) -Kepala PSP, Kementerian Pertanian Sarwo Edhy mengumumkan bahwa materi bantuan Alsintan akan disalurkan ke Poktan, Gapoktan, UPJA dan Dinas berupa brigade Alsintan.

“Kami akan membantu mesin pertanian petani untuk melewati Poktan, Gapoktan, UPJA atau jasa yang diserahkan dalam bentuk brigade sehingga dapat mengoptimalkan kerja mesin dan memantaunya dengan baik. Kami berharap dapat menggunakan mesin pertanian ini, Proses pengolahan lahan bisa dilakukan, kata dia. Dikatakan Kalimantan Central Food Estate yang didirikan di Kabupaten Pulang Pisau sudah mulai bercocok tanam. Siap mencapai 1.000 hektare. Kami akan prioritaskan kepada Presiden sekitar 26 September. Tanamlah lahan tersebut. Ia mengatakan, lahan Food Manor Kabupaten Pulang Pisau sendiri ditargetkan seluas 10.000 hektare dan diharapkan selesai November mendatang. (*)

Tinggalkan Balasan