2020-11-11 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah meninjau proyek pembangunan terowongan bawah tanah Jakarta-Bandung Express (KCJB).

Selain mengkaji penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA), Menaker Ida juga mengkaji standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) proyek.

“Kita harus memastikan bahwa penggunaan TKA sesuai dengan lisensi Program Pekerja Asing (RPTKA) (KCIC) yang diajukan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (PT) dan diserahkan kepada Kementerian Tenaga Kerja,” Menaker Ida usai inspeksi terowongan .1 Proyek Pembangunan Terowongan KCJB, Jakarta, Senin (27/7/2020).

Menteri Ida Kementerian Ketenagakerjaan mengungkapkan, Proyek Strategis Nasional (PSN) KCJB memiliki total 12.000 tenaga kerja, 2.000 di antaranya adalah tenaga kerja asing, dan sisanya Dari 10.000 orang tersebut adalah tenaga kerja lokal Indonesia.

“Tenaga kerja asing Tionghoa yang dipekerjakan mematuhi ketentuan dalam hal jabatan dan profesinya. Menaker Ida menjelaskan bahwa hanya TKA berketerampilan khusus yang dipekerjakan dalam proyek pembangunan KCJB ini, “Menaker Ida menjelaskan.” – Selain memastikan izin TKA tidak dilanggar, Menaker Ida menyatakan bahwa dirinya mengunjungi area pembangunan tersebut. Lini produk KCJB juga bertujuan untuk memastikan bahwa pengetahuan atau pengetahuan yang terkait dengan teknologi yang digunakan dalam proyek ditransfer ke pekerja. Indonesia. Ke depan, alih teknologi ini juga akan melibatkan banyak perguruan tinggi di Indonesia.

“Oleh karena itu saya mendapat laporan dari Direktur Utama (KCIC). Ternyata transfer ilmu tidak sebatas ini. Menaker Ida mengatakan:“ Pekerja yang saat ini mengerjakan proyek juga memberikan transfer ilmu untuk perguruan tinggi di Indonesia. Kemungkinannya. -Menaker Ida menambahkan bahwa project manager pengembangan KCJB saat ini sedang bekerja keras dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk memastikan kelancaran transfer ilmu pengetahuan-dia mencontohkan bahwa proyek KCJB merupakan proyek kereta api berkecepatan tinggi pertama di Indonesia, jadi miliknya Para pihak juga ingin memastikan bahwa pembangunan proyek (dijadwalkan selesai 2022) benar-benar memperhatikan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

“Standar K3 harus dilaksanakan dengan benar karena akan menggunakan teknologi dan alat tingkat tinggi. -Alat berat. Ia mengatakan keselamatan kerja menjadi prioritas nomor satu, termasuk bagaimana regulasi kesehatan menangani pelepasan korona.

Di saat yang sama, Chandra Dwiputra, Direktur Utama PT KCIC mengungkapkan pihaknya akan terus melaksanakan proyek pembangunan kereta ekspres Jakarta-Bandung dan Chandra dapat didampingi oleh jajaran direksi. Said: “Kami optimis penyelesaian secepatnya. Target kami bisa mulai beroperasi pada 2022, jika seiring berjalannya waktu, sebagai investor, biaya investasi kami akan semakin mahal.” KCIC, Dwi Windharto, Puspita Anggraeni dan Direktur Zhang Chao.

Tinggalkan Balasan