2020-11-11 |  Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Sebelum Indonesia menerapkan standar baru (standar baru), Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah mengimbau pengusaha untuk kembali merekrut pekerja yang di-PHK akibat pandemi Covid-19.

Langkah ini diharapkan dapat mengurangi pengangguran dan memperluas lapangan kerja baru.

Ibu Ida juga mengingatkan bahwa penerapan standar baru selalu mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pekerja. -Menurutnya, industri ini sangat erat kaitannya dengan kehidupan banyak orang, oleh karena itu dijalankan berdasarkan kondisi kesehatan dan diawasi secara ketat. Tegasnya, kata Ada di Jakarta, Selasa (2/6).

Ada menjelaskan bahwa mempekerjakan pekerja yang telah di-PHK dan dikirim kembali ke negara tersebut memiliki keuntungan sebagai berikut. Sediakan mobil untuk pengusaha.

Mereka sudah memiliki skill untuk memenuhi kebutuhan perusahaan, memiliki pengalaman kerja dan memahami budaya kerja perusahaan.

“Sehingga mereka dapat langsung bekerja sesuai dengan pengetahuan profesionalnya tanpa adanya pelatihan profesional. Hal ini tentunya akan meningkatkan produktivitas perusahaan”, jelas Menteri Sumber Daya Manusia.

Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan per 27 Mei 2020, 1.058.284 pekerja sektor formal telah di-PHK dan 380.221 pekerja sektor formal di-PHK. Pada saat yang sama, 318.959 pekerja di sektor informal terkena dampaknya. -Selain itu, 34.179 calon pekerja migran tidak dapat pergi, dan 465 pekerja magang dipulangkan. Jumlah pekerja yang terkena pandemi Covid-19 adalah 1.792.108.

Tinggalkan Balasan