2020-11-11 |  Kilas Kementerian

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah (dalam hal ini Kementerian Olahraga Pemuda) terus menerus mengajak masyarakat dari berbagai lapisan masyarakat untuk berolahraga, terbukti dengan adanya kompetisi senam yang digelar Jumat lalu. Pada Jumat (10/7/2020) pagi, Kemenpora kembali menggelar lomba senam duduk untuk lansia di rumah (DUILAH) di rumah (SAH) di halaman kantor Kemenpora. Kompetisi senam DUILAH dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, didampingi oleh Menteri Olahraga Pemuda Gatot S Dewa Broto, dan Raden Isnanta selaku perwakilan budaya olah raga dilepas dengan balon.

Peserta lomba senam DUILAH memiliki sejarah lebih dari 40 tahun dan mengikuti Kelompok angka individu. Dalam kelompok beranggotakan 4 orang, peserta mengenakan pakaian olahraga, senam DUILAH, dan mengikuti aturan kesehatan sesuai pilihan postur duduk atau berdiri. Menteri Pemuda dan Olahraga dalam sambutannya menyampaikan bahwa sebagai lembaga himbauan, Kementerian Pemuda dan Olahraga tentunya harus memberikan contoh kepada seluruh kementerian / lembaga dan pemerintah daerah yang kami kirimkan surat. Pada bulan Juni, kami telah mengeluarkan surat himbauan kepada seluruh kementerian / gubernur, dan kami berharap lembaga-lembaga tersebut dapat mengajukan banding. “Agar lembaga / lembaga ini bisa mengikuti syarat ini, Dinas Olahraga Pemuda harus menjadi contoh. Kemenpora sudah melakukan senam fitnes seperti ini sejak minggu keempat. Berbagai kementerian / lembaga bisa melakukan senam fitnes sesuai perubahannya masing-masing,” imbuhnya. . Ia melanjutkan agar karyawan tidak bosan dan harus melakukan perubahan. Misalnya mengikuti lomba senam SAH dan DUILAH. Hal tersebut dilakukan agar seluruh karyawan di departemennya masing-masing dapat mengikuti latihan ini. Ia menjelaskan, ini adalah cara menjaga bentuk tubuh dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. La Menpora juga berharap cabang olahraga Jumat ini tidak hanya menjadi milik perwakilan budaya olahraga saja, tetapi juga berharap perwakilan lainnya juga bisa menjadi anggota panitia.

“Terima kasih kepada perwakilan budaya olah raga yang menyelenggarakan perlombaan olah raga. Saya berharap beliau akan menyampaikan bahwa anggota parlemen lainnya juga akan berkreasi di bidang ini. Setiap hari Jum’at, jika anggota parlemen lain dapat melakukannya, itu adalah sinyal , Kantor ini kita bangun bersama, kita bersama-sama memperbaiki kantor ini, saya ulangi lagi dan lagi, dia menyimpulkan bahwa kantor ini adalah kantor pembangunan kita, kita “harus melayani birokrasi pemerintahan terutama masyarakat, anak muda dan Olahraga pemangku kepentingan menjadi contoh yang baik. “(*)

Tinggalkan Balasan