2020-11-11 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Indonesia merupakan satu-satunya produsen kayu tropis di dunia yang menerapkan sistem lacak balak dari hulu hingga hilir yaitu Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK). Sistem ini juga telah diakui secara internasional-fungsi SVLK adalah untuk memastikan bahwa produk kayu dan bahan bakunya diperoleh atau diperoleh dari sumber dan manajemen dengan menghormati hukum. Jika dapat dibuktikan bahwa asal kayu, asal penebangan, pengangkutan, pengolahan, penjualan atau pemindahan, operasi, sistem dan prosedur memenuhi semua persyaratan hukum, kayu tersebut dianggap legal. Berlaku. Mengurangi pembalakan liar dan perdagangan kayu sekaligus memberikan manfaat ekonomi nasional. Reputasi dan penerimaan sistem SVLK di pasar kayu internasional tidak terlepas dari partisipasi seluruh pemangku kepentingan dalam pelaksanaan verifikasi dan sertifikasi (termasuk industri kehutanan dan lembaga kehutanan). Sertifikasi. Alu, wakil menteri yang membidangi industri hilir, kehutanan, dan hulu, mengatakan dalam webinar itu, sebagai bagian dari “update pasar produk kayu British FLEGT: kayu Indonesia sebagai mitra berkelanjutan di pasar webinar Inggris”, Rabu (23) /9).

Pada tahun 2019, nilai ekspor hasil hutan Indonesia ke dunia mencapai 11,6 miliar dolar AS, hampir dua kali lipat nilai sejak penerapan SVLK pada tahun 2013, dan proporsi kayu ilegal meningkat dari 80% sebelum penerapannya. SVLK akan meningkat menjadi 29,1% pada tahun 2019.

Terutama diekspor ke UK / UK (UK United), dari November 2016 hingga pertengahan September 2020, sebanyak 27.500 dokumen telah diterbitkan dengan nilai sekitar 730.000 ton. Hampir satu miliar dolar.

Wakil Menteri Aru berkata: “Kami mengekspor produk kayu senilai 350 juta dolar AS dari Indonesia ke Inggris tahun lalu. Kami berterima kasih kepada pemerintah Inggris atas kepercayaannya pada produk kayu kami.” Menteri Inggris Pasifik dan lingkungan, Lord Goldsmith memuji kerja sama antara Indonesia dan Inggris. Dia mengatakan bahwa dalam dua dekade terakhir, Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menetapkan standar kepatuhan yang ketat untuk kayu berkelanjutan.

“Sistem legalitas verifikasi kayu Indonesia menunjukkan bahwa perdagangan dan pembangunan serta pengelolaan hutan lestari dapat saling melengkapi.” Ia membantu mengurangi deforestasi dan penebangan liar. Dalam 3 tahun terakhir, saat ini terdapat 24 juta hektar lahan hutan. Dan 3.000 pelaku usaha telah mendapatkan sertifikasi SVLK.

Tinggalkan Balasan