2020-07-09 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah memimpin peluncuran Diaspora Care (Diaspora Care) di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta pada Senin (18/5/2020). Ini adalah upaya antara diaspora dan masyarakat Indonesia, terutama PHK dan korban PHK, untuk bergandengan tangan, bekerja sama, dan berbagi mata pencaharian. -19 .

“Program Perawatan Diaspora adalah acara penggalangan dana untuk diaspora, yang dirancang untuk membantu saudara kandung kita di negara-negara yang terkena dampak pandemi Covid-19, terutama pekerja yang diberhentikan dan dipecat,” Ai Da Fazya (.) -, kata Menteri Ida. Dalam rencana perawatan diaspora di luar negeri, diaspora Indonesia di seluruh dunia mengatakan prihatin tentang mengurangi beban pandemi negara. “Rangers juga telah diancam oleh pandemi Covid-19, tetapi saya bangga dan terharu, tetapi mereka telah menunjukkan kepedulian dan cinta untuk negara ini,” kata Iaker Menaker. -Ida Fauziyah menambahkan bahwa diaspora akan membantu PHK dan PHK. Biaya melewati paket keluarga-ke-keluarga adalah $ 50 / bulan (setara dengan Rp780.000).

Mekanisme bantuan dilaksanakan secara online, dan calon donor akan memilih calon donor dengan menanyakan informasi mereka di www.diasporapeduli.id.

“Saya berharap bahwa 6 juta ekspatriat yang tersebar di seluruh dunia akan segera berpartisipasi dalam rencana kemanusiaan perbatasan,” kata Ida Fauziyah.

Dino Patti Djalal, pendiri Diaspora, menekankan bahwa diaspora yang peduli ini, menggunakan kelompok-kelompok khusus negara Indonesia, telah terakumulasi di ibukota, jaringan idealis, dan patriotisme Enam juta diaspora yang berpengetahuan luas menjalin kontak untuk mendukung kehidupan pekerja Indonesia yang dipecat atau dipecat.

Tinggalkan Balasan