2020-11-10 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Dari Januari hingga Mei 2020, ekspor Indonesia mencapai 64,46 miliar dolar AS, turun 5,96% dari 68,54% pada periode yang sama tahun 2019. Ekspor gas alam sebesar 60,97 miliar dolar AS, turun 3,50%. Bahkan sejak Januari 2020 hingga Mei 2020, ekspor nonmigas menyumbang 94,58% dari total ekspor.

Sementara itu, sektor migas turun tajam menjadi 34,93%, industri pengolahan turun 0,08%, dan pertambangan dan sektor lainnya turun 21,02%.

Suhariyanto, Direktur Badan Pusat Statistik, mengungkapkan penurunan ekspor terjadi hampir di semua sektor kecuali pertanian.

“Kecuali pertanian, semua sektor mengalami pertumbuhan negatif. Untuk ekspor pertanian, akibat peningkatan ekspor buah tahunan, pertumbuhan dari Januari 2020 hingga Mei 2020 sangat menggembirakan, mencapai 5,63%,” Suhariyanto mengatakan dalam siaran langsung “Impor dan Ekspor Data Mei 2020”, Senin (15/6/2020). Indonesia, sejak Januari hingga Mei 2020, pangsa ekspor nonmigas tidak banyak berubah. Ekspor utama Indonesia masih terkonsentrasi di China, dengan pangsa ekspor sebesar 17,04%, diikuti oleh Amerika Serikat sebesar 11,84% dan upah Jepang 8,69%. Meningkatnya pekerja pertanian-Kepala BPS Suhariyanto mengatakan bahwa upah pekerja pertanian akan meningkat menjadi 55.396 rupiah pada Mei 2020. Angka ini meningkat 0,14% dari April 2020.

“Prinsipnya naik 0,14%, karena pada Mei 2020 indeks konsumsi rumah tangga di perdesaan menunjukkan deflasi 0,07% yaitu upah riil petani.” Suhariyanto Senin (15/6/2020) Dikatakan bahwa pada Mei 2020 situasinya telah membaik dan meningkat sebesar 0,21%.

Namun situasinya sedikit berbeda dengan upah pekerja konstruksi, BPS mencatat upah tenaga kerja sebesar 89 Rp 0,684 pada tahun 2020 pada bulan Mei, atau hanya naik 0,01% dari bulan April 2020.

Tinggalkan Balasan