2020-11-09 |  Kilas Kementerian

TRIBUNEWS.COM-Administrasi Umum Angkutan Laut Kementerian Perhubungan kembali menemukan kapal ikan asing melanggar hukum melalui Pangkalan Penjaga Pantai dan Laut (PPLP) Kelas II Tanjung Uban. Ini adalah kapal pukat nelayan bernama JHF 5183 T. Bendera Malaysia memasuki wilayah negara Republik Indonesia hari ini (6/10) di perairan Kepulauan Belakit di Kepulauan Riau. — Pimpinan PLP Tanjung Uban Kelas II Kapten Tangan Belerang menjelaskan, pihaknya menggunakan kapal patroli KN untuk patroli navigasi yang aman. Kalimasadha-P.115, pada posisi GPS 01 ° 24’570 “LU / 104 ° 35’087” BT, mendeteksi dan mencurigai sebuah objek kapal bernama JHF 5183 T yang memasuki perairan Indonesia. “Saat kami menggunakan KN pukul 09.05 WIB. Saat kapal patroli Kalimasadha-P.115 sedang melakukan patroli navigasi yang aman dengan Kapten Putra Wardana, kami mencurigai kapal tersebut dan langsung melakukan kontak radio dengan kapal tersebut, namun kami tidak mendapat respon. “Kata Kapten. Dijelaskan secara praktis jadwal kejadian, Selasa (6/10) di Tanjung Uban, Kepulauan Riau.

Dia mengatakan bahwa setelah itu, awak kapal segera memeriksa kapal sambil menerapkan prosedur sanitasi. Hasil pemeriksaan diserahkan kepada nakhoda dan nakhoda. Handry menjelaskan, pada posisi GPS 01 ° 32’204 “LU / 104 ° 36’857” BT, ternyata kapal nelayan ini melakukan penangkapan ikan secara ilegal di perairan Indonesia. Ia mengatakan, harus diserahkan ke PSDKP (Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan) yang ada di Batam.Kapal itu terletak di pangkalan PLP II AD-HOCK di Tanjung Uban. Kalimasadha-P.115 bersandar pada perahu nelayan di Dermaga Pangkalan. “Sesuai perjanjian kesehatan,” kata Kapten Handry.

Terkait pelanggaran yang dilakukan kapal, pangkalan PLP Kelas II di Tanjung Uban akan terus memproses hasil pemeriksaan sesuai dengan regulasi NAS internasional dan internasional. (*)

Tinggalkan Balasan