2020-11-08 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-KLHK melaksanakan kegiatan bimbingan teknis mulai 10 hingga 12 Agustus 2020 melalui Dinas Pemulihan dan Darurat Polusi B3 (Dinas PKTDLB3) untuk memulihkan lahan yang tercemar dan limbah berbahaya jika terjadi keadaan darurat. Kegiatan terorganisir Badan pengelola lingkungan ini bertujuan untuk mensosialisasikan prosedur pemulihan lahan yang tercemar dan tanggap darurat limbah B3.

Rosa Vivien Ratnawatien menjabat sebagai Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah dan Limbah B3. Pada awal bimbingan teknis virtual ini, disarankan agar peserta dan / atau kegiatan perusahaan selalu melaksanakan kegiatan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan regulasi / regulasi, tidak hanya di hulu (penyimpanan, pengurangan , Pengangkutan, Pengumpulan), dan juga harus fokus pada aspek hilir berupa: pemulihan dan pengelolaan darurat limbah B3 elektronik.

“Salah satu tugas yang sulit adalah melaksanakan dan memulihkan. Tidak ada yang mencemari tanah atau orang yang bertanggung jawab tidak diketahui. Untuk alasan ini, katanya, Senin (10 Agustus 2020): Untuk lahan yang tercemar limbah B3 seksual, harus ada sinergi yang baik antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. -Rosa Vivien (Rosa Vivien) juga menjelaskan bahwa data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan bahwa dari tahun 2015 Dalam kurun waktu lima tahun dari 2010 hingga 2019, luas lahan yang tercemar limbah B3 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. – Pada tahun 2015 luas lahan tercemar limbah B3 adalah 211.359,2 meter persegi, dan total tonase yang harus didaur ulang adalah 501.470,4 ton. – Pada tahun 2019, luas lahan tercemar limbah B3 adalah 840.024,85 meter persegi, dan total tonase limbah B3 yang akan didaur ulang dan lahan yang tercemar limbah B3 adalah 890.316,44 ton.

Sumber: Kegiatan yang menyebabkan pencemaran tanah sektor kelembagaan berasal dari pertambangan, Kegiatan energi dan perminyakan serta industri gas bumi, manufaktur, agribisnis dan jasa. Meskipun tanahnya tercemar, sebagian besar non-lembaga berasal dari kegiatan masyarakat kecil, antara lain penambangan emas skala kecil (PESK), peleburan logam skala kecil, Daur ulang produk elektronik bekas dan lain-lain.

Ia mengatakan: ÔÇťAreal perkebunan La Indonesia yang terkontaminasi limbah B3 menunjukkan bahwa bagian hulu pengelolaan limbah B3 masih bermasalah.

Tinggalkan Balasan