2020-11-07 |  Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Ketenagakerjaan terus mengoptimalkan program padat karya sebagai program pengobatan bagi pekerja yang terdampak pandemi Covid-19. Selain menyasar pekerja, program ini juga memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Prosedur penyemprotan disinfektan padat karya. Rencana ini juga menjadi rencana rutin setiap hari Jumat.

Baca: Kementerian Ketenagakerjaan berencana menghapus 9.000 pekerja anak pada tahun 2020

“Setiap Jumat saya bantu PHK dan demobilisasi pekerja di lapangan. Buruh Menaker Ida di perkotaan Rencana penyemprotan disinfektan secara intensif menyebutkan: “Kemarin ada kebakaran di kawasan Tamboa kemarin, dan ada kebakaran besar menjelang lebaran. Bangka, Kecamatan Prapatan, Manbang, Jakarta Selatan (12 Juni 2020) -Menaker Ida menjelaskan bahwa setiap kegiatan penyemprotan disinfektan padat karya melibatkan sekitar 70 orang, dan setiap penanggung jawab penyemprot disinfektan akan Mendapat bonus Rp 500.000. Kementerian Ketenagakerjaan.

“Setiap kegiatan melibatkan 70 pekerja yang bekerja secara bergilir sesuai dengan ketentuan kesehatan. Oleh karena itu, memungkinkan teman-teman yang mubazir untuk dipulangkan dan mendapat kesempatan untuk mendapatkan penghasilan,” kata Ada.

Baca: BP2MI Wajib Sinkronisasi dengan UU Perlindungan Pekerja Migran Kementerian Ketenagakerjaan

Selain itu, Ida menjelaskan: “Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan per 27 Mei 2020, sebanyak 3.066.567 pekerja telah Akibat Covid -19, para pekerja ini di-PHK atau dikirim kembali ke negara itu. Di antara mereka, 1.757.464 data pekerjaan telah dihapus. Artinya kami mengetahui nama dan alamat mereka. Sisa 1.274.459 pekerja masih dalam pembersihan. “–Dalam Covid-19 Dari 1.757.464 pekerja yang terkena dampak, 380.221 di-PHK di sektor formal. 1.058.284 pekerja di sektor formal yang tersisa di-PHK, dan 318.959 pekerja informal (termasuk UMKM) terkena dampaknya. Memberikan bantuan kepada warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Virus Penyakit 2019 (Covid-19) dan “Perjanjian Mencegah Penyebaran Covid-19 di Perusahaan”, semua pihak dan perusahaan sebagai pekerja / pekerja memang perlu menerapkan prosedur kesehatan yang tepat. Dia menyimpulkan: “Menerapkan prosedur kesehatan adalah kunci untuk menetapkan normal baru untuk produksi, kesehatan dan keselamatan. Prosedur kesehatan dari rumah ke rumah harus disiapkan.”

Tinggalkan Balasan