2020-11-07 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sosial RI Juliari P. Batubara mengatakan untuk mencegah anak-anak menjadi perokok, kami telah melakukan tiga upaya dan harus mendapat dukungan dari semua pihak agar mereka bisa tumbuh besar. Generasi masa depan. -Disampaikan Menteri Sosial Juliari dalam webinar yang dihadiri 400 anak yang diselenggarakan oleh Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) dengan tema “Melindungi dan Mewujudkan Hak Anak Menanam Rokok Saat COVID-19” Pandemi dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2020, Senin (20/7/2020). Pertama-tama, kita harus membatasi cara anak membeli rokok. Pasalnya, faktanya anak bahkan bisa membeli rokok dengan santai. Rokok (retail) .

Tidak hanya pembatasan, mereka juga harus mengubah persepsi anak tentang merokok agar terlihat lebih modis, lebih keren, lebih tua, dan lebih maskulin .

“Kita harus Negara tetangga kita, Singapura, belajar, di mana anak-anak merokok itu sangat ketat, apalagi di sana perokok dianggap orang asing, “kata Mensos Juliari.

Kedua, merokok adalah jenis pintu masuk yang khusus. Dalam keadaan rumah, sekolah dan lingkungan lain tidak dapat mencegahnya, anak-anak pada tahap selanjutnya dengan mudah dapat menjadi pengguna narkoba seperti ganja (mariyuana), sabu dan ekstasi. Orang tua dan semua pihak harus diingatkan jika anak-anak beranjak dewasa Jatuh tidak hanya akan merusak otak, tapi juga mempengaruhi masa depan mereka.

“Kita harus melakukan segala yang kita bisa untuk mencegah anak-anak jatuh. Berubah menjadi hal yang buruk, jujur ​​saja, kami harus mengatakan itu membuat orang tua dan keluarga sedih. Kata Juliari. — Ketiga, menaikkan harga rokok dan cukai. Ini sangat penting berkat program intervensi dini, dan juga berkat sumber daya manusia yang luar biasa yang diberikan oleh Presiden Republik Indonesia, jika memungkinkan. Joko Widodo akan terbantu dengan melaksanakan program anti rokok. -Orang tua harus selalu memperhatikan bahaya merokok, dan memahami bahwa merokok adalah akar penyebab dari penggunaan narkoba, serta mencegah merokok bagi anak-anak. Bisa menjadi pemenang melawan rokok, ”kata Juliari. -Selain itu, Menteri Sosial Juliari berpesan kepada orang tua, yaitu senantiasa berusaha memberikan kehidupan yang baik kepada anak, karena kekayaan yang kaya tidak selalu menjamin kebahagiaan anak. Julia Li berkata: “Saya pikir ini adalah bentuk warisan yang positif, yang menghindari nilai negatif yang dapat merusak orang lain. Oleh karena itu, kita harus mengajar anak-anak untuk rendah hati dan mendengarkan orang yang lebih berpengalaman atau orang yang lebih tua. ” -Menciptakan anak-anak Indonesia yang berprestasi dan maju dengan penuh semangat sehingga dapat membawa kesejahteraan bagi Indonesia dan dihormati oleh negara lain di dunia. Dalam webinar tersebut, Menteri Sosial Juliari menyimpulkan: “Anak-anak Senior Indonesia”.

Tinggalkan Balasan