2020-11-06 |  Kilas Kementerian

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Peran masyarakat dalam pengelolaan hutan perlu didorong, khususnya di kawasan restorasi daerah aliran sungai (DAS).

(Wamen) Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong menjelaskan bahwa masyarakat lebih dari sekedar obyek.

Menurutnya, masyarakat juga harus menggalang dana dengan kekuatan lain, baik dari instansi pemerintah pusat maupun daerah, akademisi, peneliti, penggiat lingkungan dan korporasi

“Kita selalu bergandengan tangan dan bergotong royong untuk melindungi Lingkungan, “kata Wakil Menteri Alue Dohong dalam sambutannya di Webinar Pemulihan Daerah Aliran Sungai, Senin 14 September 2020 — jika semua kegiatan ini didorong oleh media, mereka bisa bersatu. Bangun dan jadilah kekuatan yang kuat.

Dalam webinar kali ini, Wakil Menteri Al ue Dohong juga berkesempatan untuk berbincang dengan masyarakat sekitar melalui fasilitas video conference untuk kegiatan penanaman pohon sebagai bagian dari pekerjaan restorasi DAS.

Alue Dohong mengucapkan terima kasih dan kagum atas perhatian dan antusias masyarakat yang menyambut baik rencana restorasi kawasan hutan melalui kegiatan restorasi DAS yang dilakukan oleh SKK Migas-Pertamina Hulu Mahakam dan PT Indominco Mandiri di Kalimantan Timur. Ia menyarankan, pihak-pihak yang diwajibkan untuk melakukan restorasi lahan agar masyarakat lebih berperan dan percaya diri. Wakil Menteri Alue Dohong bertanya.

Menurutnya, setiap pelaku komersial, khususnya pemegang izin pinjam dan hak guna hutan (IPPKH), harus memiliki visi dan pandangan yang lebih luas tentang perbaikan lingkungan.

Tinggalkan Balasan