2020-11-06 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Sipongi yang dikembangkan oleh Arahan Umum Perubahan Iklim (PPI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, menjadi rujukan utama informasi tentang kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia. Informasi ini dapat diakses langsung oleh masyarakat setiap saat melalui laman www.sipongi.menlhk.go.id.

Sistem informasi Sipongi menjadi dasar pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui deteksi dini titik api, dan sumber informasi paling berharga bagi masyarakat. — “Karena sering terjadi kesalahpahaman tentang hotspot di masyarakat. Orang sering beranggapan bahwa hotspot atau hotspot itu sama dengan hotspot, padahal berbeda. Oleh karena itu, Anda harus mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat tentang hotspot dan hotspot tersebut. Menyelesaikan pemadaman kebakaran hutan dan lahan ( Basar Manullang, Ketua PKHL, dalam siaran persnya, Kamis (20/8/2020) mengatakan, data titik api dan titik api berada di Sipongi.

Dalam topik Sipongi Dalam pembahasan Climate Corner, Basar mengoptimalkannya sehari lalu.Dia menjelaskan Sipongi memiliki sumber data dari empat satelit yaitu Terra Aqua, NOAA, SNPP dan Landsat 8, serta data cuaca dari BMKG. -Data dari Alam SIPONGI juga Lebih akurat karena memuat informasi lokasi tentang tingkat desa dan kondisi lahan.Data juga disinkronkan setiap 30 menit, sehingga data hotspot yang dihasilkan real (hampir real-time). Jusuf Kalla, Wakil Ketua RI, langsung menyampaikan pada tahun 2019 Laporan tersebut. Kedepannya, Basar memaparkan rencana peningkatan Sipongi menjadi Sipongi +. Hal ini dilakukan agar informasi tentang Karhutla dari Sipongi + lebih dapat diandalkan, berkat banyak fitur dan penyempurnaan lainnya .

— -Meningkatkan kualitas data dan informasi tentang kebakaran hutan dan bumi. Sehingga persentase pemantauan kebakaran hutan dan lahan semakin meningkat, ā€¯jelasnya.

Tinggalkan Balasan