2020-11-06 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Pandemi Covid-19 tak kunjung henti Kementerian Perhubungan. Administrasi Umum Angkutan Laut telah memenuhi komitmennya untuk meningkatkan keselamatan laut, salah satunya dengan kegiatan keselamatan laut yang diselenggarakan oleh Kantor Unit Pengelola Pelabuhan (UPP) Branta II di Pamikasan, Jawa Timur. Pelaksanaannya di lokasi gedung perkantoran UPP II Branta. Ratusan nelayan dari Kabupaten Pamekasan di Madura, Jawa Timur disambut hangat oleh ratusan fasilitas keselamatan.

“Kami membagikan total 845 fasilitas penangkapan ikan secara gratis, diantaranya 220 jaket pelampung, 82 pelampung, dan 543 aksesoris kecil.” UPP II Kategori II Kantor Pusat Banta Edi Kuswanto membawahi nelayan penerima / Penjelasan tengah dari perwakilan perahu tradisional tersebut.

Menurut Eddie, hal itu bertujuan untuk memberikan hibah kepada pemilik kapal nelayan dan kapal nelayan tradisional yaitu nelayan Pademawu, Branta Pesisir, Branta Tinggina, Pagagan, Padelegan, Kotasek dan Talang Siring.

Edi berharap dengan adanya kegiatan ini juga dapat membuat masyarakat khususnya para nelayan memahami bahwa mereka juga bertanggung jawab terhadap pemeliharaan kehidupan di laut dan lingkungan laut.

Selain itu, Eddie mengungkapkan, pihaknya masih menangani hingga 250 pascalsier. Ia mengatakan: “Saya berharap upaya kita bisa menekan angka kecelakaan kapal untuk menjamin keselamatan hidup di laut.” -Edi Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh karyawan UPP Branta II dan seluruh mitra kerja yang telah menyelenggarakan acara ini, dan saya juga merekomendasikan untuk terus berkarya yang terbaik untuk ibu-ibu Pertiwi.

Di saat yang sama, Badrut Taman, Bupati Pamekasan juga menyampaikan rasa terimakasih dan terimakasih atas kegiatan yang aktif ini.Staf Biro Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terus memperhatikan keselamatan jiwa para nelayan Kabupaten Pamekasan. Ia menyimpulkan: “Kami berharap rencana yang baik ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat maritim.”

Tinggalkan Balasan