2020-11-06 |  Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah telah mencanangkan kerja sama seluas-luasnya dengan semua pihak sejak awal, dengan tujuan menjadi transparan, bertanggung jawab, dan hanya untuk memajukan koperasi dan UMKM di tanah air. Baca: Pinjaman UKM Kesehatan Meningkat-Indonesia memiliki sekitar 64 juta UMKM, sehingga pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki menjelaskan pada Selasa (26 Mei 2020): “Kami telah dan akan terus bekerja sama dengan platform e-commerce, stand tradisional, koperasi, lembaga pendidikan dan pelatihan.” Pasca pandemi Covid-19 Khususnya bekerjasama dengan platform e-commerce, menggunakan sistem non APBN, dan pihak online dan offline lainnya untuk mendorong perkembangan UKM di tanah air. Ia menjelaskan, banyak laporan yang menunjukkan bahwa beberapa UMKM yang bertahan atau bahkan berkembang selama pandemi terhubung ke platform online. -Masing-masing menjaga aktivitas ekonomi saat ini, ”ujarnya. Bersama Tokopedia, Shopee, Lazada, dan Bukalapak, mereka membantu membangun dan menyempurnakan booth dengan bantuan teknologi digital.

Baca: Serap UKM dan bungkus yang diantar Tas anyaman lebaran warna-warni menjadi trend baru-upaya ini juga bertepatan dengan kampanye #BanggaBuatanIndonesia yang baru saja diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo dari Republik Indonesia, dan semakin banyak produk UMKM yang memasuki platform e-commerce. Ini sebagai bentuk mendorong UMKM memasuki ekonomi digital .

Baca: KUMKM hub diluncurkan, Kementerian Koperasi dan PME bekerja sama dengan Bibli

Laporan McKinsey (2018) menyebutkan bahwa digitalisasi setidaknya telah membawa 4 manfaat bagi perekonomian, yaitu: 1) Keuntungan finansial dari peningkatan penjualan; 2) Penciptaan lapangan kerja, terutama untuk usaha kecil dan menengah; 3) Keuntungan bagi pembeli, yang dapat menghemat 11% hingga 25% dari harga eceran; 4) Kesetaraan sosial (kesetaraan sosial) ). — Kesempatan bagi perempuan untuk terlibat dalam kegiatan dan memperoleh penghasilan melalui kegiatan di platform e-commerce. “Terakhir, di Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, saya selalu senang menerima siapa pun termasuk Saudara Farid Lembur Kritik, komentar atau kontribusi yang membangun, “kata Taiteng.

” Saat ini 87% UKM kita masih tertinggal secara digital (online). Kami melakukan refleksi kolaboratif untuk membantu UMKM kami bertahan dari Covid-19 dan melanjutkannya setelahnya. “

Tinggalkan Balasan