2020-11-05 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menpora Zainudin Amali berharap para pejabat olah raga tradisional baik di pemerintahan maupun kelompok masyarakat terus mengembangkan olah raga tradisional yang menjadi warisan budaya bangsa seluruh masyarakat, khususnya generasi muda milenial. Menpora mengatakan pada acara pembukaan Webinar Pelatihan Perilaku Tradisional Remaja yang diadakan di kantor Kemenpora di Senayan, Jakarta: “Tantangan yang kita hadapi adalah bagaimana kita memobilisasi dan bersama-sama meyakinkan masyarakat kita, terutama generasi milenial, untuk memahami dan mencintai milik kita sendiri. Olahraga tradisional. “7 Februari 2020) pagi. Menpora mencontohkan negara-negara yang memiliki olah raga tradisional, yaitu menjalankan olah raga tradisional di tingkat regional dan internasional.

“Tradisi yang tergolong olahraga tradisional dan kita harus terus berkembang, terutama bagaimana anak muda kita mencintai dan mencintai mereka, jangan sampai olahraga ini. Tradisi kita hanya tinggal kenangan,” ucapnya dalam webinar Saya berbicara tentang “gerakan tradisional milenial”. Mampola juga mengirimkan pesan khusus kepada para duta besar yang berkunjung ke Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk mempromosikan, senam dan memajukan olahraga tradisional khususnya Pencak Sirat di berbagai negara. Menpora mengatakan: “Tuan rumah Olimpiade tahun 2032 mendatang. Ketua Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PPPON) Tri Winarno menyampaikan tujuan diadakannya webinar ini, yaitu meningkatkan kemampuan generasi muda dalam mengembangkan olahraga tradisional. Pelajar dan masyarakat melakukan senam tradisional dan menjadikan olah raga tradisional sebagai produk budaya yang sangat diperlukan negara untuk dikembangkan dan ditingkatkan. “Hasil yang diharapkan adalah terciptanya generasi muda yang memimpin olah raga tradisional, yang merupakan bagian dari olah raga tradisional. Masyarakat Indonesia akan tetap mempertahankan permainan tradisional asli mereka dan menjadikannya sebagai kekayaan budaya bangsa.Hasil yang diharapkan adalah peningkatan prestasi para aktor dan atlet olahraga tradisional sehingga mampu mengembangkan olahraga tradisional secara nasional dan berskala besar. Webinar ini diikuti oleh 400 peserta dari kalangan pemuda, organisasi olahraga dan pemerintah. Wakil Ketua Komite X DPR RI, juga jajaran direksi FORMI Hetifah Sjaifudian, dan Zaini Alif, ketua Komite Permainan Populer dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI), Ayi Rahmat, Wakil Ketua KPOTI Pusat, dan Aris Subiyono, Wakil Ketua Panitia Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus. (*)

Tinggalkan Balasan