2020-11-04 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan nama “Merdeka Belajar” bisa dipakai bersama asalkan untuk kepentingan dunia pendidikan dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Hikar School berharap dapat memberikan hak merek dagang dan merek layanan “Merdeka Belajar” kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang semakin membuktikan hal ini. Dalam diskusi online Jumat (14/08) ini, pembelajaran sebagai kerangka keseluruhan dari tugas kebijakan pendidikan mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Chikal School.

“Pendidikan adalah tanggung jawab kami bersama, jadi kami ingin mengucapkan terima kasih dan penghormatan yang setinggi-tingginya. Terima kasih Cikal, yang telah bekerja sama dengan komunitas guru pembelajaran di Indonesia dan keluarga spiritual terkait penggunaan nama selama bertahun-tahun. Dorong semangat belajar mandiri. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan, “-Sekarang, selama peraturan perundang-undangan yang berlaku terpenuhi, Hickler School dan pihak lain tetap bisa menggunakan Merdeka Belajar, alih-alih berkontribusi pada pembangunan pendidikan. Ayo manfaat apapun.

“Kami memiliki visi yang sama untuk mencapai pendidikan Indonesia yang berkualitas dan setara, dan memutuskan untuk memberikan hak merek Merdeka Belajar. Kami berharap ini dapat mengakhiri kontroversi dan kepedulian yang ditimbulkan,” Najelaa, pendiri Cikal School Kata Shihab. Di episode pertama, Merdeka Belajar mengubah ujian nasional menjadi penilaian keterampilan minimal dan survei kepribadian. , Sederhanakan rencana pelaksanaan pembelajaran, dan sesuaikan kuota pendaftaran mahasiswa baru berbasis partisi.

Merdeka Belajar Episode 2: Kampus Merdeka, yang memudahkan dalam pelaksanaan pembelajaran di perguruan tinggi dan universitas.

Merdeka Belajar 3 Perubahan Mekanisme Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun anggaran 2020, “The Independent” (Merdeka Belajar) 4: Penyelenggaraan sports plan episode 5 adalah sebagai instruktur mengemudi.

Sikar School telah menggunakan Merdeka Belajar untuk mempromosikan reformasi pendidikan melalui kampus Cikal Guru sebagai ekosistem sejak 2014, dan telah dipraktikkan dalam rencana, pelatihan, dan penerbitan Guru Learning Foundation. -Pada tanggal 1 Maret 2018, Sekolah Cikal mendaftarkan bahwa merek dagang Merdeka Belajar bukan merupakan hak paten dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, melainkan sebagai upaya untuk mencatat dan melindungi keberlanjutan upaya pengembangan pendidikan selama ini. Disetujui pada tahun 2020. – “Selanjutnya mari kita fokus mengejar misi Belajar Merdeka sesuai dengan filosofi Ki Hadjar Dewantara, bapak pendidikan di Indonesia, untuk mewujudkan ekosistem pendidikan nasional yang lebih sehat yaitu prinsip gotong royong dengan menunjukkan iklim guna menghasilkan tenaga kerja. Sumber daya dan keunggulan dalam inovasi. ”Tutup Mendikbud.

Tinggalkan Balasan