2020-11-04 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Mempertimbangkan kebutuhan pembelajaran, berbagai kontribusi ahli dan organisasi, serta mempertimbangkan evaluasi pelaksanaan empat menteri, pemerintah menyesuaikan keputusan bersama empat menteri tersebut – pelaksanaan pembelajaran berwarna merah dan oranye. Di area di luar area (yaitu area kuning dan hijau), pemerintah memutuskan untuk menerapkan pembelajaran tatap muka dengan menerapkan prosedur kebersihan tambahan yang ketat.

“Tugas utama pemerintah adalah mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, pendidik, keluarga dan masyarakat secara keseluruhan, serta memperhatikan tumbuh kembang peserta, peserta didik, dan kondisi psikososial masyarakat guna mencegah COVID- Memberikan layanan pendidikan selama pandemi 19, “Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) di Jakarta pada hari Jumat pada konferensi pers tentang penyesuaian kebijakan pembelajaran selama pandemi COVID-19, Nadiem Anwar Mak arim) (8 Juli 2020) .

Baca: KPAI: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Belum Tegas Soal Darurat Teta Pkan

Untuk wilayah yang berada di wilayah oranye dan merah, tatap muka satuan pendidikan Dilarang belajar dan melanjutkan belajar di rumah (BDR) .Menurut data http://covid19.go.id pada 3 Agustus 2020, sekitar 57% siswa masih belajar di area merah dan oranye. Sekitar 43% siswa berada di wilayah kuning dan hijau.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan bahwa keadaan pandemi COVID-19 tidak memperbolehkan kegiatan. Proses belajar mengajar dapat dilakukan secara normal.

Ratusan ribu sekolah tutup Untuk mencegah proliferasi, sekitar 68 juta siswa terlibat dalam kegiatan pembelajaran di rumah, dan sekitar 4 juta guru terlibat dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh.Hambatan yang dihadapi saat melaksanakan pembelajaran jarak jauh (YLP) antara lain sulitnya guru berinteraksi dengan YPP, dan selalu fokus pada penyelesaian rencana Pada saat yang sama, tidak semua orang tua dapat membantu anaknya belajar di rumah dengan sebaik-baiknya karena mereka harus bekerja atau memiliki kemampuan untuk menunjang pembelajaran anaknya. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan: “Tentang kesehatan mental. “Untuk mengantisipasi kendala tersebut, pemerintah mengeluarkan penyesuaian wilayah untuk pembelajaran tatap muka. -Baca: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan kursus darurat untuk belajar dalam pandemi Covid-19

Tinggalkan Balasan