2020-11-04 |  Kilas Kementerian

Swedia TRIBUNNEWS.COM-Menteri Pertanian (Mandan) Syahrul Yasin Limpo secara simbolis melepas ekspor 4.000 ton jagung dan produk terigu Banten senilai Rp. Mengekspor 16,2 miliar dolar AS ke negara tujuan di China dan Filipina.

Ia juga mendorong berlanjutnya perluasan akses pasar ekspor produk jagung dan gandum ke berbagai negara. — “Hari ini kita memerdekakan ekspor hasil pertanian Indonesia. Oleh PT. Bungasari (Bungasari), saya kira ini salah satu kegiatan percepatan ekspor Indonesia., Sivadan, Zilegon, Banten, Sabtu (18/7/20).

Menteri Pertanian mengungkapkan, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor Indonesia pada Juni 2020 mencapai 12,03 miliar dolar AS. Pencapaian tersebut sama dengan capaian 105,3 pada Mei 2020. Ini merupakan peningkatan sebesar 15,09% dibandingkan US $ 100 juta.

“Ini menunjukkan bahwa sektor pertanian terus mengalami peningkatan. Ia mengatakan bahwa kami akan terus mendorong dan mengoptimalkannya agar bermanfaat bagi negara kita. -Mandan menambahkan, pihaknya akan terus melakukan upaya terbaik untuk produksi dalam negeri dan meningkatkan ekspor. Tapi kalaupun harus impor, didesain untuk di re-ekspor lagi dalam bentuk terbatas agar nilainya bisa bertambah.

Ali Jamil, Direktur Biro Karantina Pertanian, menjelaskan pihaknya menggalakkan ekspor jagung dan turunan terigu Banten dengan volume kumulatif tidak kurang dari 4.000. Tepung jagung dengan nilai surplus Rp 16,2 miliar, gluten jagung, tepung jagung dan dedak merupakan sisa produk produksi.

“Kami mempercepat pelayanan dan memastikan penerimaan produk pertanian luar negeri adalah tujuan Barantan untuk mendorong ekspor.”, Ujarnya. Jameel .. — Selain itu, ia juga mengatakan bahwa ia mengekspor tidak kurang dari 204 ton dedak gandum dari Filipina dan 656 ton dedak gandum ke China. Sebanyak 860 ton dedak gandum dikemas dalam 8 kontainer dan ekonomis. Nilai omic Rp. 3,4 miliar.

Cilegon Arum Kusnila Dewi, Kepala Balai Karantina Pertanian Arum Cilegon, mengatakan pihaknya mencatatkan peningkatan ekspor yang cukup besar selama semester I dan pertengahan Juli 2020, yaitu nilai barang senilai Rp. 118,8 miliar, meningkat 16 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu (hanya Rp). Hanya 6,8 miliar dolar AS.

Tinggalkan Balasan