2020-11-04 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Ketenagakerjaan telah memberikan penghargaan kepada 23 LSM yang mengamati anak. Penghargaan tersebut dianugerahkan kepada gedung multi fungsi Kementerian Ketenagakerjaan di Jakarta pada Rabu (7 Oktober 2020). Selain itu, Kementerian Tenaga Kerja memberikan bantuan kepada 9.000 pekerja anak dalam bentuk peralatan pendidikan. Yayasan Pengamat Sosial Indonesia (YPSI) mempromosikan 2 orang perwakilan pekerja anak, Valdo (14 tahun), Rumah Kita (RK), dan Siti Ayuni (16 tahun), sebagai bantuan bahan ajar. — Menaker Ida dalam sambutannya menyampaikan bahwa mengapresiasi LSM yang mengamati fenomena pekerja anak merupakan bentuk rasa terima kasih dan terima kasih kepada pemerintah (dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan), dan ini kepada para aktivis LSM yang peduli atau peduli terhadap pekerja anak. Terima kasih. . -Menurut Menaker Ida, untuk mengurangi pekerja anak, mereka harus bekerja sama. Ia mengatakan bahwa pemerintah tidak dapat melakukan ini sendirian, tetapi harus berada di bawah kepemimpinan bersama semua departemen dan peran aktif masyarakat sipil.

“Ini peran penting bagi LSM dan seluruh masyarakat untuk berpartisipasi,” kata Menda Ida, yang menurutnya membantu pengembangan pekerja anak adalah suatu kegembiraan, apalagi jika dapat mengarahkan pekerja anak untuk mencapai tujuannya.

“Tidak ada kebahagiaan yang lebih besar daripada melihat anak yang kita dampingi menjadi anak yang sukses. Katanya.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa bantuan pekerja anak harus diberikan karena masa depan negara sebagian besar Tergantung keadaan anak-anak sekarang, anak-anak jaman sekarang. Mereka akan meneruskan sejarah bangsa Indonesia dan mengantarkan Indonesia menjadi negara maju.

“Luar biasa karena kita taruh masa depan Indonesia pada anak-anak sekarang Tubuh, ”tandasnya. Yang perlu dilakukan semua pihak adalah memastikan bahwa anak-anak memiliki tumbuh kembang yang baik, baik secara fisik, psikis, sosial maupun intelektual, yaitu tumbuh kembang yang optimal. Sehingga masa depan Indonesia akan cerah.- — “Jika kita kurang mempersiapkan anak-anak kita, kita bisa mewujudkan keinginan kita untuk menjadikan Indonesia negara yang maju. Penjelasan.

Manajer umum Binwasnaker menghadiri acara tersebut. Haiyani Rumondang; pejabat senior dan pejabat senior Kementerian Ketenagakerjaan; Ahmad Marzuki, direktur eksekutif Jaringan Anti-Pekerja Anak LSM; sebagai Diketahui, sejak program PPA-PKH diluncurkan, sejak 2008 hingga 2019, program tersebut telah memberikan manfaat bagi 134.456 pekerja anak. Dari total 134.456 orang, lebih dari 50% terus mengenyam pendidikan, bahkan ratusan pekerja anak dapat Lanjutkan pendidikan menengah. (*)

Tinggalkan Balasan