2020-11-03 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Guna mencari solusi penyebaran virus corona, Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menandatangani nota kesepahaman. Tujuan dari penandatanganan ini adalah untuk mengkolaborasikan penelitian baru tentang tanaman obat sebagai obat antivirus dan calon obat.

Kali ini, Menteri Pertanian (Mantan) Syharul Yasin Limpo mengungkapkan, kerja sama ini menandakan hasil penelitian Balitbangtan akan diserahkan sepenuhnya ke IDI untuk diuji. Lakukan penelitian klinis dan lainnya sesuai prosedur yang ada.

Membaca: Zona Hijau Aktif Kembali, Bagaimana Prosedur Kesehatan Sekolah?

“Karena adanya virus, negara kita berada dalam tekanan selama lima bulan. Kami tidak akan tinggal diam, dan kami akan melakukan yang terbaik untuk negara dan kepentingan negara.” Berpartisipasi di Jakarta, Rabu (8/7). Perjanjian Koperasi Pertanian ditandatangani oleh Kementerian Pertanian (Kementan).

Menteri mengatakan, pihaknya memiliki pusat penelitian yang mengelola produk jamu. Kementerian Pertanian juga memiliki pusat pascapanen. Selain itu, Kementerian Pertanian juga memiliki pusat veteriner dengan laboratorium pengujian virus. Ia mengatakan IDI dapat menggunakan fasilitas tersebut untuk penelitian, pengembangan dan uji klinis. Ia mengatakan: “Kami tidak punya alasan untuk tidak membantu negara ini. Oleh karena itu, Menteri Pertanian berharap kerja sama ini dapat mempercepat penelitian tentang tanaman kayu putih sehingga dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat dan membantu negara mengatasi kesulitannya.

Lokasi, Ketua IDI Daeng Muhammad Faqih memperkirakan kerja sama ini akan menciptakan terobosan, yang akan membawa harapan dan dorongan bagi Indonesia untuk mewabahnya wabah dalam memerangi virus.

Baca: Setelah ditolak masuk rumah sakit, katarak di Tak. Latma sekarang bisa disembuhkan- “Industri perawatan kesehatan sebenarnya menggunakan banyak bahan dari Indonesia. Namun, sejauh ini belum digunakan untuk penelitian. Untuk itu, kami siap menggali potensi negara agar benar-benar dapat dimanfaatkan dalam industri perawatan kesehatan dan layanan medis. Katanya.

Menurut Dan, ada dua hal yang harus dilakukan. Pertama, berkomitmen untuk mendorong semua inovasi yang didasarkan pada penelitian anak-anak di tanah air, dan harus didorong dan diteliti. Kedua, untuk menyediakan negara dengan Memanfaatkan hasil penelitian dan memanfaatkan sepenuhnya tantangan dan peluang yang muncul.Dia menyimpulkan bahwa ia mendorong negara untuk melakukan penelitian agar dapat dimanfaatkan oleh banyak orang di masa depan.

Tinggalkan Balasan