2020-11-02 |  Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Dalam rangka mempersiapkan tenaga kerja terampil yang ditunjuk (SSW) di Jepang, Kementerian Tenaga Kerja akan melatih 480 Pekerja Kuasi Imigran Indonesia (CPMI) dari seluruh Indonesia. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (UU PPMI), pelatihan bahasa Jepang online juga bertujuan untuk meningkatkan perlindungan pekerja migran.

“Kami menyelenggarakan pelatihan bahasa Jepang pada hari yang sama. Ini merupakan salah satu kesepakatan yang dicapai antara pemerintah Indonesia dan Jepang melalui MoC (Memorandum of Cooperation) yang ditandatangani pada 25 Juni 2019,” kata Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah pada acara pembukaan. Pada Jumat (14/8/2020), pelatihan CPMI 2020 dilaksanakan di ruang multifungsi Kementerian Ketenagakerjaan Jakarta. — Menaker Ida meng mengungkapkan bahwa dalam nota kesepahaman tersebut, Indonesia menargetkan dapat mengirimkan hingga 70.000 SSW ke Jepang. Dalam 5 tahun ke depan, mereka termasuk di antara 350.000 tenaga kerja asing yang dibutuhkan Jepang untuk menempati 14 sektor. ”Ia mengatakan-Menteri Tenaga Kerja Ida menyadari bahwa pandemi Covid-19 telah melanda dunia, termasuk Banyak sektor Indonesia yang mempengaruhi Vietnam, terutama sektor kesehatan dan kesehatan. ‘ekonomis. Atau tatap muka di lokasi yang sama.

“Namun, dalam situasi global saat ini, penyesuaian metode harus dilakukan untuk memutus rantai penularan COVID 19, termasuk penggunaan metode online. Menaker Ida mengatakan:” Metode online (online) tidak menghilangkan zat dan mendapatkan apa yang dibutuhkan. Dalam hal keterampilan. “Untuk pelatihan, Penaker Ida merekomendasikan untuk mengikuti pelatihan dengan serius dan menganggapnya serius. Jangan buang waktu dan kesempatan, apalagi pelatihan ini didanai oleh pemerintah. Ingat, Anda dipilih dari ratusan peminat dan terdaftar. Ya, “katanya.

Tinggalkan Balasan