2020-11-02 |  Kilas Kementerian

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Untuk mendukung rencana percepatan pembangunan akses dan jalur masuk ke pelabuhan, Direktorat Angkutan Laut Kementerian Perhubungan telah merampungkan pembangunan dua kapal navigasi yang dibangun di PT. Galangan Kapal Duoyang Tanjung Balai Karimun .

Kedua kapal tersebut KM. Lambung kapal survei BS 7023. Setinjan dan nomor lambung 7024, BS. Sebatik. Kedua kapal tersebut akan segera diberangkatkan ke Kawasan Pelayaran Pontianak dan Kawasan Berlayar Tarakan untuk operasional.

Proses pengiriman kedua kapal ini dibantu oleh Hengki Angkasawan selaku general manager angkutan laut selaku general manager angkutan laut dan pimpinan PT. Galangan Duoyang, berlokasi di Galangan Kapal PT. Pada tanggal 14 Agustus 2020, Galangan Kapal Tanjung Balai Karimun Duoyang membangun kapal pengawas lepas pantai di Galangan PT. Galangan Kapal Doyang.

“Dua unit kapal navigasi dan navigasi, masing-masing KM. Kapal mensurvei lambung dengan nomor lambung BS 7023. Setinjan akan diberangkatkan dan dioperasikan oleh wilayah navigasi Pontianak III dan BS dengan nomor lambung 7024. Sebatik akan diberangkatkan oleh daerah navigasi Tarakan kelas III ABK, “kata Hengki … Hengki mengatakan:” Di perairan Indonesia, survei ini akan dilakukan di kapal, antara lain kegiatan observasi laut, survei hidrologi, desain struktur dan pemantauan jalur dan jalur perairan. “Selain itu, Hengki Mengatakan. Berdasarkan data RIPN, saat ini terdapat 636 saluran yang 62 diantaranya telah teridentifikasi. 4 buah masih dalam proses. Henkey berkata: “Kalau dibeli, hanya bisa mencapai sekitar 10%.” “Oleh karena itu, ke depan, tugas Biro Navigasi masih akan sangat berat, mencapai 100%.” , Hengki secara khusus merekomendasikan penanggung jawab wilayah navigasi. Kawasan navigasi Tarakan III dan kawasan navigasi Pontianak III bersama dengan kapal penelitian ini dapat lebih meningkatkan pelayanan yang diberikan kepada pengguna jasa navigasi khususnya dalam hal pengelolaan penataan ruang alur navigasi tersebut sehingga lebih aman dan nyaman. , Lebih aman dan lebih efisien. – “Tentunya dengan bekal peralatan dan sumber daya manusia yang terampil kedepannya kita akan mampu menyelesaikan pekerjaan ini secara profesional dan proporsional,” kata Hengki. Pendanaan kapal pengawas kapal navigasi murni dari APBN.

Mengacu pada ukuran dan spesifikasi kapal pemantau, dengan panjang total 9,48 m, panjang garis air 8,29 m, dan lebar 2,80. Meter, ketinggian 1,25 m, kecepatan maksimum 12 knot per jam. (*)

Tinggalkan Balasan