2020-11-02 |  Kilas Kementerian

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Sosial mengapresiasi upaya polisi mengungkap kebutuhan dasar calo. Tindakan tegas aparat kepolisian tersebut sejalan dengan arahan Menteri Sosial Julia Batuba, sehingga tim Kementerian Sosial berpegang pada prinsip akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran. -Kami berterima kasih kepada polisi karena telah mengambil langkah-langkah untuk mengungkap masalah ini. Karena langkah yang diambil oleh kepolisian sejalan dengan upaya Kementerian Sosial dalam menerapkan prinsip tanggung jawab dalam pengelolaan anggaran, khususnya dalam pembelian bahan makanan pokok dalam rangka penanggulangan Covid Pandemic 119, Sekjen mengumumkan bahwa Hartono Laras, Kementerian Sosial di Jakarta, bertanggung jawab (07/29 / 2020). Kepolisian mengambil langkah untuk menangani laporan dugaan penipuan dan / atau penggelapan dana masyarakat terkait dengan pemberian bantuan sosial.

– Mengutip laporan polisi, kasus ini menyangkut hubungan kerjasama antara R dan T saat membeli barang. Barang-barang yang dikeluarkan adalah kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, mie instan, sarden dan sambal yang dapat digunakan pemerintah untuk membeli program bansos Covid-19. .

Perjanjian kerja kedua pihak mengatur barang pesanan yang dibayar dengan sistem prabayar. Setelah barang sampai, pembayaran akan dilakukan berdasarkan jumlah barang yang diterima.

Sebagai pemasok barang, T meminta R untuk membayar uang muka. Namun, sekitar 6 bulan setelah barang datang, ternyata spesifikasi dan kuantitasnya tidak sesuai. R merasa dirugikan dan melapor ke polisi.

“R juga mengecek informasi yang semula menunjukkan T ada hubungan dengan Kemensos. Ternyata T tidak ada hubungan dengan Kemensos,” ujarnya. Bergairah untuk memastikan bahwa pengeluaran anggaran sesuai dengan aturan yang ada. Kami memastikan bahwa proses pengadaan transparan. Dalam proses ini, kami diawasi oleh instansi terkait. Katanya. Dia / Dinas Pelayanan Pemerintah (LKPP), dll. Namun perlu pengawasan lebih lanjut, termasuk pengawasan masyarakat melalui media. Media juga bisa memantau Kemensos, karena bantuan ini membutuhkan anggaran yang sangat besar dan pendampingannya. Penerima manfaatnya juga sudah mencapai puluhan juta. Karena ingin dimonitor, kami berharap bisa menyampaikan pesan kepada masyarakat: Beliau menyatakan bahwa sosial serius dalam melaksanakan good governance. (*)

Tinggalkan Balasan