2020-11-02 |  Kilas Kementerian

Pulau Bintan TRIBUNNEWS.COM-Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang di Pulau Bintan, Kepulauan Riau diperkirakan menyerap 23.000 tenaga kerja. Saat ini, pengembangan kawasan ekonomi khusus telah mencapai 80% dan diharapkan dapat dioperasikan pada tahun 2021. Kunjungan lapangan ke PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) di Kawasan Ekonomi Khusus Kalambatang di Pulau Bintan, Kepulauan Riau (26/9/2020) -Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga menambahkan, rencana kawasan ekonomi khusus Galang Batang juga akan membangun industri tekstil. Nantinya, industri ini akan menyerap tenaga kerja para istri atau keluarga pekerja PT BAI.

“Ini adalah metode unik yang belum banyak digunakan di berbagai pabrik,” katanya. Dia menyatakan. Ia menjelaskan, ZES di Galang Batang saat ini sedang membangun smelter aluminium dengan produksi tahunan 1 juta ton. Pihaknya akan bekerja sama dengan semua pihak untuk menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten guna mencapai target dibutuhkan 23.000 tenaga kerja.

“Kami akan bekerja sama dengan daerah untuk mempercepat persiapan tenaga kerja mereka. Dia menjelaskan:“ Bantuan dari luar daerah bisa mengirim tenaga kerja ke daerah. Menjadi pengganti tenaga kerja asing secara teknis disini. Agus Suparmanto Niaga; Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga; Presiden Kamar Dagang dan Industri Indonesia Rosanne Roslanni ( Rosan P. Roeslani).

Tinggalkan Balasan