2020-07-09 |  Kilas Kementerian

DEBON TRIBUNNEWS.COM-Menteri Pembangunan Pedesaan untuk Wilayah dan Migrasi yang Kurang Maju (Mundez PDTT), Abdul Halim Iskandar, didampingi oleh Sekretaris Jenderal Anwar Sanussi , Pejabat senior bertemu dengan Ali Kunkoro, Presiden Universitas Indonesia. Universitas Indonesia, Depok, Gedung Auditorium, Jumat (5 Mei 2020).

Pertemuan tersebut meninjau proposal nota kesepahaman (MoU) untuk merumuskan kembali rencana dan skala prioritas pembangunan nasional di daerah pedesaan selama lima tahun ke depan. Rencana pembangunan nasional akan dimulai pada 2021, termasuk pengembangan sumber daya manusia yang maju dan daya saing pedesaan, reformasi sistem jaring pengaman sosial pedesaan (JPS), pengembangan pariwisata pedesaan dan pembangunan ekonomi pedesaan .— Menteri Gus, nama panggilannya, membutuhkan Universitas Indonesia memberikan solusi terkait dengan data yang ada untuk inspeksi akademik.

“Penelitian akademis pada antarmuka pengguna yang terkait dengan data yang ada akan mempercepat pembangunan pedesaan. Kami percaya bahwa antarmuka pengguna lebih kompeten dalam pembelajaran universitas. Kami menunggu saran dan solusi,” kata Menteri Gus. — Kemarin Menteri melanjutkan bahwa Kementerian PDTT mengadakan pertemuan konsultasi nasional (Musrengbangnas) tentang perencanaan pembangunan dengan tema percepatan pemulihan ekonomi dan reformasi sosial.

“Reformasi sosial sangat dekat dengan desa. Dalam pemulihan ekonomi, meskipun skalanya kecil, akumulasi sangat penting. Skalanya adalah desa, tetapi jika dikalikan dengan 74 953, itu akan sangat besar, yaitu, Indonesia. Jawa Timur.

Sekretaris Gus menambahkan bahwa sejauh ini dampaknya terhadap desa belum besar. Meskipun kami juga harus objektif, ada banyak alasan untuk menggunakan dana desa.

“Jujur , Dampaknya pada dana desa tidak begitu besar. Misalnya, banyak hal yang berkaitan dengan pengentasan kemiskinan dan peningkatan industri belum dibuat. Oleh karena itu, kami meminta universitas untuk menyediakan kerjasama antarmuka pengguna untuk bersama-sama mencari reformulasi rencana dan pengembangan skala prioritas selama lima tahun ke depan untuk memaksimalkan penggunaan dana desa. “Menteri Punctas Gus-untuk referensi, Indonesia dikunjungi oleh delegasi Departemen Kesehatan PDTT adalah Profesor Dr. Ari Kuncoro (Sekretaris Antarmuka Pengguna). Dr. Agustin Kusumayati (Sekretaris UI); guru. Dr. Abdul Haris (Penelitian dan Inovasi) (Wakil Presiden); Dr. Muhammad Luthfi (Wakil Presiden Sumber Daya Manusia dan Aset); Guru, Dedi Priadi (Manajer Patungan dan Agen Digital). (*)

Tinggalkan Balasan