2020-11-02 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Hingga implementasi penuh Traffic Separation System (TSS) di Selat Sunda dan Lombok pada 1 Juli 2020 mendatang, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan terus melakukan persiapan dan infrastruktur dengan meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia dan melengkapi fasilitas.

Marinir Tanjung Priok I, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Pangkalan Angkatan Laut dan Penjaga Pantai (PLP), juga melanjutkan persiapan. — Salah satunya dengan meningkatkan intensitas patroli, pengawasan dan pengamanan di perairan Selat Sunta. “Dengan semakin banyaknya pengawasan dan patroli keamanan yang dilaksanakan, kami juga melakukan sosialisasi di Selat Areta.” Hal ini kami lakukan agar ketika TSS diterapkan di Selat Sunta, dapat beroperasi secara normal tanpa ada kendala. . “Penanggung jawab PLP Kelas I, kata kapten pangkalan Tanjung Priok. Pujo Kurnia berada di Jakarta, Kamis (11 Juni 2020).

Kapten Pujo mengatakan, saat ini ada 4 kapal patroli yang ditempatkan di Sunda Sound. Agar bisa melakukan patroli rutin secara rutin. Kami juga akan mengganti kapal patroli Matahari KN.Trisula-P.111 di pangkalan PLP Tanjung Pruek di kawasan Selat untuk meningkatkan intensitas kapal patroli KPLP Matahari untuk TSS di selat tersebut, “ujarnya. Mengatakan. Sudah KN sejak Maret. Alugara-P.114, KN.Celurit-P.203, KN.Cundrik-P.204 dan KN.Dagger-P.205.

Informasi tentang elemen kapal termasuk KN. Awak Trisula-P.111 berjumlah 24 orang, dan komandannya adalah Kapten EK Surya Hadi, KN. Kapten Alugara-P.114 adalah Ni. Taruh. Kapten Cahyani Negara, dengan 22 awak, KN. Celurit-P.203 dengan kapten Luhut Simanullang dan 19 awak, KN. Cu ndrik-P.204 dengan kapten Novianto Budiawan dan 18 awak dan KN. Dagger-P.205 dan kapten mengarahkan transportasi. Satria Aji Yudha memiliki 21 awak.

“Kami juga menyiapkan 12 orang untuk pangkalan penyelamatan PLP Tanjung Priok. Mereka ikut serta dalam pengawasan dan keselamatan kerja TSS Selat Sunda. Sebanyak 12 orang dan 104 ABK nasional, Kapten Puyo, mengatakan:“ Termasuk 4 (empat) orang Nama) nara sumber, salah satunya Kementerian Hukum dan UU HAM, merupakan penyidik ​​tindak pidana maritim. “

” Selain itu, kami juga mempersiapkan dia untuk terus mengatakan: “Peralatan anti polusi (peralatan polusi laut), landai, skimmer minyak, unit tenaga dan tangki bahan bakar.” Bersamaan dengan itu, Kapten Puyo memaparkan model patroli yang dilakukan di TSS Selat Sundar yaitu melalui sistem identifikasi otomatis (AIS) dan sosialisasi Selat Sundar, serta berharap dapat ditetapkannya “Tata Strait TSS Implementation” pada 1 Juli. Saat itu, semua kapal sudah memenuhi ketentuan yang berlaku di perairan, khususnya TSS Selat Sunda, ”ujarnya. -Tak lupa, dia juga sudah menyiapkan alat pelindung diri untuk boarding team.

“ Untuk mencegah Covid- Misi ke 19 pun menyebar.Sebelum patroli gabungan, akan dilakukan quick test terhadap seluruh awak patroli dalam patroli mulai 23-27 Juni 2020. (*)

Tinggalkan Balasan