2020-11-02 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Badan Pusat Statistik (BPS) mencontohkan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Juli 2020 meningkat tajam. Bahkan angka ini mencapai 100,09, meningkat 0,49% dibanding NTP sebelumnya. Alasan kenaikan ini adalah karena indeks harga yang diterima petani meningkat sebesar 0,47%. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding NTUP bulan lalu, “kata Kepala Kantor Pusat Statistik (CPS) Kecuk Suhariyanto dalam keterangan yang diterima, Senin, 3 Agustus 2020. -Menurut Suhariyanto, NTP Riau cukup mendominasi. Pertumbuhan, terutama 3,57, katanya: “Dengan pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan, pencapaian ini merupakan hasil yang baik. “Pasca penurunan bulan lalu, kenaikan NTP membuktikan bahwa pemerintah sedang bekerja keras.” Sebaliknya, Suhariyanto mengatakan harga beras merah dan beras giling juga berkembang dengan baik. Angka ini bisa jadi per Juli 2020. Terlihat pada 1.629 transaksi penjualan di 28 provinsi.) Tercatat mencapai 60,28%, Gabah Tanpa Sekam (GKG) 20,81%, Gabah dengan lambung 18%, dan tanpa gabah 91%. — -Dengan demikian, pada Juli 2020 harga rata-rata GKP usahatani mencapai 4.788 rupiah per kilogram, dan harga naik 1,44% dari tingkat pabrik menjadi 4.883 rupiah per kilogram atau naik 1,32% dari harga.Kualitas gabahnya sama dengan bulan sebelumnya.

“Dengan demikian harga rata-rata GKG di tingkat petani 6,74% di bawah Rp 5.451 per kilogram. Kemudian angka pada tingkat penggilingan Rp 5.601 perkilogram atau turun 5,99%. Ia menjelaskan: “Harga beras merah kualitas rendah di tingkat petani adalah 4.387 rupee per kilogram, meningkat 0,29%, sedangkan harga di tingkat pabrik adalah 4.487 rupee per kilogram, atau 0,39 rupee per kilogram,” jelasnya. Indeks kesejahteraan petani, perhitungan ini menggunakan rasio indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayarkan petani. Selain NTP, terdapat NTUP yang merupakan indikator penentu kebahagiaan petani di seluruh usaha pertanian. (*)

Tinggalkan Balasan