2020-11-02 |  Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Sebelum Indonesia menerapkan standar baru (standar baru), Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah mengimbau pengusaha untuk kembali merekrut pekerja yang di-PHK akibat pandemi Covid-19. Dapat mengurangi pengangguran dan memperluas kesempatan kerja baru. Sehingga kami dapat menerapkannya sesuai dengan kesepakatan kesehatan dan memantaunya dengan seksama.

“Kami berharap penerapan standar baru ini dapat mendorong pembangunan ekonomi, sehingga pekerja yang di-PHK dan yang dipulangkan akan diprioritaskan untuk kembali bekerja. Menerapkan peraturan kesehatan kerja yang ketat. Kata Ada di Jakarta, Selasa (2/6).

Ada menjelaskan bahwa pekerja yang direkrut yang dipecat dan dipulangkan memiliki keuntungan sebagai berikut. Diri wirausaha.

Mereka sudah memiliki keterampilan untuk memenuhi kebutuhan bisnis, memiliki pengalaman kerja, dan memahami budaya kerja bisnis.

“Sehingga bisa langsung bekerja berdasarkan pengetahuan profesionalnya dan tidak perlu mendapat pelatihan vokasi (training). Hal ini tentunya baik bagi perusahaan untuk meningkatkan produktivitas,” jelas Menteri Sumber Daya Manusia. Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan per 27 Mei 2020, 1.058.284 pekerja di sektor formal telah di-PHK dan 380.221 pekerja di sektor formal telah di-PHK, sementara 318.959 pekerja di sektor informal terkena dampaknya. — 34.179 calon pekerja migran lainnya tidak dapat pergi, dan 465 pekerja magang dipulangkan. Jumlah total pekerja yang terkena pandemi Covid-19 adalah 1.792.108.

Tinggalkan Balasan