2020-11-01 |  Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Pandemi Covid-19 tak menyurutkan niat Menpora Zainudin Amali untuk terus berinteraksi dengan anak muda dan atlet.

Kali ini dari ruang situasi lantai 9 Senayan Graha Pemuda, Jakarta Pusat, Senin sore. Kemarin sore (18/5/2020), Menpora menanggapi permintaan Pengawal Pemuda Nasdem dan membahas “Saat Pandemi Covid-19″ Nasib olahraga Indonesia dan seterusnya. ” Pelatih Persela Lamongan Nil Maizar, Presiden PBI (Persatuan Bowling Indonesia) Percha Leanpuri, Ketua Departemen Pemuda dan Olahraga Nasdem DPP Moh’s Haerul Amri, Wakil Pengawal Pemuda Nasdem Kresna Dewanata dan Adien berpartisipasi dalam diskusi media konferensi Zoom dengan Jauharudin dan Chepy Aprianto. Menpora mengatakan lebih dari 200 negara sedang merasakan pandemi Covid-19. Setiap negara melakukan yang terbaik untuk memutus rantai distribusi dengan cara yang berbeda-beda, beberapa diantaranya sudah lengkap, semi-lock atau PSBB, seperti di Indonesia. Tiap saya lihat Cipika Cipiki bersalaman, sekarang pakai topeng dan menjaga jarak, “kata Menpora. Ciri-ciri dunia olahraga pasti banyak pengaruhnya, perlombaan akan berhenti, event besar tahun ini akan tersingkir, dan akibatnya akan lebih berat. Akumulasi di tahun mendatang, meski belum bisa dipastikan kapan pandemi akan berakhir atau paling tidak menjadi endemik di beberapa negara. ÔÇťAkibat upaya memutus rantai pandemi Covid-19, semakin banyak acara olahraga yang perlu disiapkan tahun depan. Apa harus kita lakukan Berhenti dan tunggu? Ditanya Menpora. Menpora menyimpulkan: Tentu tidak, motivasi ini kami gunakan untuk mempersiapkan dan merencanakan. Saya ingin meletakkan dasar yang kokoh (Disain Olahraga Nasional), agar mudah bagi orang-orang yang akan melanjutkan kedepannya, karena pondasi dan pondasinya sudah ada. “. (*)

Tinggalkan Balasan