2020-11-01 |  Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Tiga negara ASEAN yang tergabung dalam Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) telah menyatakan tekadnya untuk bersatu di bawah pengaruh pandemi Covid-19. Dengan mengedepankan perjanjian kesehatan, janji tersebut akan terwujud dalam bentuk pemulihan ekonomi. Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Budi Hartawan (Budi Hartawan) mengatakan pemulihan ekonomi Indonesia, Malaysia dan Thailand membutuhkan komitmen dan upaya bersama. – “Negara tetangga perlu memiliki kerjasama strategis, terutama dalam kerangka kerja sama IMT-GT, yang menitikberatkan pada pemulihan ekonomi subregional. Di wilayah perbatasan Indonesia, Malaysia dan Thailand,” kata Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Budi Hartawan pada pertemuan “Managing the Impact Covid-19 on the IMT-GT Human Resources Development, Education and Cultural Cooperation Working Group” (WGHRDEC) yang diselenggarakan di Jakarta Video Conference (8 / 7). — Budi mengatakan saat pandemi Covid-19, data Asian Development Bank (ADB) menunjukkan pertumbuhan ekonomi di kawasan ASEAN meningkat dari 4,7% pada 2019 menjadi 1% pada kuartal I 2020. Menurut laporan tersebut, pendapatan pekerja di kawasan ASEAN mengalami penurunan atau penurunan seluruhnya.

“Bahkan jika tunjangan terkait pekerjaan dan perlindungan sosial hilang, risiko ini biasanya lebih tinggi bagi perempuan pekerja migran.” Pandemi Covid-19 juga telah menciptakan masalah baru bagi sektor ketenagakerjaan. Dengan kata lain, karena pembatasan sosial berskala besar dan pembatasan pergerakan orang atau tenaga kerja, rantai pasokan global terhambat dan hasil produksi menurun.

Hal ini merusak keberlanjutan perusahaan, dan dengan itu pendapatan pekerja dan keluarganya menurun. Ia mengatakan: “Krisis tidak hanya berdampak pada sektor formal, tetapi juga sektor informal dan kelompok pekerja tertentu, seperti pekerja muda dan pekerja lanjut usia.” – Budi juga menjelaskan bahwa warga di daerah perbatasan juga terkena dampak krisis pandemi. Ekonomi massa masih sangat bergantung pada interaksi perdagangan dan likuiditas antar negara.

Tinggalkan Balasan