2020-11-01 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Administrasi Kelautan Kementerian Perhubungan terus mendorong swasembada pangan khususnya swasembada daging sapi nasional agar kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi. , Kementerian Perhubungan Dinas Perkapalan Umum Kapten Visnu Hanokko terus memberikan dukungan untuk tetap mengoperasikan enam kapal pemeliharaan sapi sejak 2018 guna memenuhi swasembada pangan, khususnya daging sapi. (Liner) Meski sedang mewabah saat pandemi Covid-19, namun pengguna jasa bisa menentukan persiapan dan pengiriman ternak, ”kata Capt Wisnu di Jakarta, Rabu 24/6).

Enam kapal ternak disebutkan, lanjut Kapten Visnu, setiap kilometer Camara Nusantara 1. Dioperasikan PT. KM, Perni. Camara Nusantara 2. Dioperasikan PT. Pelayaran Wirayuda Maritim, Queensland. Camara Nusantara 3. Camara Nusantara 3. Dan KM. Cemara 4 dioperasikan oleh PT. Lintas Globalindo, bawah laut di Queensland. Camara Nusantara 5 dioperasikan oleh PT. Line area. Kelima kapal ini semuanya dioperasikan di pelabuhan asalnya di NTT Cuban. Kapal lain, KM. PT dioperasikan Camara Nusantara 6. Pelabuhan pangkalan ASDP terletak di Kwandang Gorontalo (Kwandang Gorontalo).

“Menurut data Juni 2020, total enam kapal membawa 13.163 ekor sapi, 24 kambing dan 24 kuda. Kuda memenuhi permintaan daging. Wilayah Indonesia, khususnya Provinsi DKI kata Kapten Wisnu.

Menurutnya, rencana pengoperasian kapal khusus pengangkutan ternak yang disediakan oleh Kementerian Perhubungan merupakan salah satu implementasi dari marine charging plan yang mendukung perpindahan dari sentra produksi ternak ke kawasan konsumsi, sehingga dalam hal ini operasi Biaya selalu disubsidi oleh pemerintah melalui anggaran Kementerian Perhubungan (dalam hal ini Administrasi Umum Perkapalan).

“Dalam tiga tahun terakhir, anggaran subsidi yang diberikan oleh Administrasi Umum Perhubungan untuk pengoperasian kapal sapi enam kepala juga mengalami peningkatan. Pada tahun 2020, kami belum mengalokasikan 46,5 miliar dolar AS, lebih tinggi dari kapten 2018 b Wisnu dengan anggaran 368 Miliar, dan tahun 2019 sebesar 23,3 Miliar.

Terkait 6 rute yang dilayani 6 ekor sapi, masing-masing rutenya adalah jalur RT-1 yang terkoneksi dengan pelabuhan Coupang, dan NTT adalah Coupang-Wiggap- Rute pelabuhan Tanjung Prilu-Cirebon-Kupang; Jalan RT-2 dengan dasar pelabuhan Kupang NTT melayani jalan Kupang-Wini-Atapupu-Tanjung Priok / Banjarmasin / Samarinda-Kupang; dengan basis pelabuhan Kupang NTT melayani Jalan Coupang / Bima-Tanjungpuruk-Coupang / Bima.

Jalan RT-4 dengan basis pelabuhan Coupang, NTT melayani Jalan Kupang- Wini-Atapupu-Samarinda / Balikpapan-Kupang; Tol RTT, berbasis di pelabuhan Kupang NTT, mengarah ke jalan raya Kupang-Banjarmasin-Bima-Banjarmasin-Kupang; Tol RT-6 menghubungkan ke pelabuhan dasar Kwanang, yaitu Kwandang-Tarakan -Balikpapan / Samarinda-Kwandang road service Biasanya sebagian besar barang dikirim ke Jakarta, sebelum Idul Adha akan ada request dari daerah lain seperti Samarinda, Balikpapan, Riau dan Bangkulu. Bukan pada jalur reguler yang disediakan pemerintah daerah. Kapten Wisnu Handoko meminta untuk menambah atau memodifikasi jalur pengoperasian kapal penangkaran. Dia menjelaskan, pada prinsipnya selama kawanan masih di Indonesia, semua kawanan bisa digunakan untuk mengangkut sapi. ”Sesuai usulan. Rute dan itinerary ditentukan daerah pengirim dan penerima, ”kata Kapten Visnu. Kemudian harus ada pengajuan resmi daerah pengirim, dan penerima harus mendapat persetujuan terlebih dahulu.Dengan arahan umum angkutan laut cq arahan lalu lintas dan angkutan laut serta arahan PHH hewan Kementerian Pertanian. Penanggung jawab yang relevan menyimpulkan: “Pencapaian akan didanai oleh pihak pengirim ternak.” Wisnu (*)

Tinggalkan Balasan