2020-10-31 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah telah berdialog dengan Forum Perdana Menteri Indonesia (IRF) tentang isi UU Cipta Kerja. Di bawah kepemimpinan Ketua FRI dan Ketua IPB Arif Satria, hadir 24 Perdana Menteri dari PTN dan Swasta. Dialog hampir digelar di Jakarta pada Minggu malam (11 Oktober 2020).

Dalam forum ini, Menteri Tenaga Kerja menjelaskan secara detail masalah ketenagakerjaan yang disalahpahami oleh masyarakat. Mulailah dengan kontrak kerja, outsourcing, pesangon, upah minimum, jam kerja dan masalah tenaga kerja asing.

Menteri Sumber Daya Manusia juga menjelaskan alasan perlunya “UU Cipta Kerja” dalam rangka meningkatkan persaingan global. , Ini membutuhkan sumber daya manusia yang unggul. Sementara itu, tingkat produktivitas tenaga kerja Indonesia masih terendah di Asia, yakni 74,8. Bahkan rata-rata tingkat produktivitas negara-negara Asia telah mencapai 78,2.

Dalam forum diskusi yang ramai, Dr. Karomani, Presiden Universitas Lampung (Unila), memberikan sambutan yang menarik. Ia mengatakan, UU penciptaan lapangan kerja bukanlah kitab suci, sehingga implementasinya bisa diperbaiki melalui peraturan pemerintah. Bahkan dengan pengujian perangkat keras.

“Menyatakan untuk tidak berpikir bahwa solusinya begitu. Oleh karena itu, panik, protes oleh anarkis dan mengutuk diri sendiri. Mari kita menjaga undang-undang penciptaan lapangan kerja melalui komunikasi terbuka dan sikap akademis sehingga memenuhi harapan kita bersama “Diumumkan bahwa kepala sekolah juga mengapresiasi keputusan Menac untuk berdialog dengan para sarjana. Menurut FRI, ini pertama kalinya kepala sekolah diminta membahas secara mendalam undang-undang tentang penciptaan lapangan kerja. Pimpinan IPB, UGM, UTI, Perbanas, Unand Padang, Untan, Unesa, STEKES Mitra Keluarga, UNG, UNP, Unimal, ITB-AD, ISBI Bandung, UNP Padang, Ketua Telkom University, Dekan Institut Teknologi Pos UTI Diskusi di Forum Perdana Menteri. , Presiden Unsrat, Unbraw Malang, Unila, Universitas. Al Ghifari Bandung dan Universitas Pertamina. (*)

Tinggalkan Balasan