2020-10-31 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan terus bekerja keras untuk mempercepat pembenahan fasilitas di kawasan Labuan Bajo NTT, khususnya infrastruktur dan perlengkapannya.

Saat ini Administrasi Umum Perkapalan sedang melakukan penataan angkutan penumpang dan barang / barang Terminal khusus saat ini sedang dibangun di pelabuhan multiguna Wae Kelambu, yang nantinya akan digunakan untuk menangani transportasi logistik dan penanganan peti kemas, kargo, dan kargo curah cair. Kegiatan pariwisata akan dipisahkan dari penanganan kargo di Pelabuhan Labuan Bajo. Pengalihan kegiatan logistik ke terminal multiguna Pelabuhan Labuan Bajo ini akan direvitalisasi dan didedikasikan untuk kapal tamasya dan penumpang.

Bacaan: Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa untuk

“Oleh karena itu, mutlak kita harus melaksanakan kegiatan penentuan arah navigasi arus, karena ditentukan dengan satu atau lain cara. Setelah menentukan arus tentunya, Kami perlu melengkapi beberapa fasilitas, baik alat bantu navigasi (SBNP) maupun alat komunikasi, agar FGD memiliki arti yang lebih strategis, sehingga bisa dibahas bagaimana para pihak dapat menerima SK Menhub tentang penetapan arus ini, ”Hengki Angkasawan Pelayaran. Komodo dan titik perlintasan perbatasan dari Komodo ke Kab Luwansa Beach Hotel Labuan Bajo di kawasan Taman Nasional. NTT Mangalai Barat (Kamis (2020/9/09). Di sisi lain, Hengki mengatakan, Menteri Perhubungan juga sangat getol memerintahkan eselon Naban Bajo untuk mengawasi infrastruktur transportasi saya. Diharapkan dengan beroperasinya Pelabuhan Labuan Bajo dan Terminal Wae Kelambu secara keseluruhan, dapat mendukung kegiatan pariwisata dan sekaligus melaksanakan kegiatan logistik komersial untuk memajukan Nusa Tenggara Timur. Pembangunan ekonomi berkelanjutan China. – Baca: Kementerian Perhubungan menjelaskan langkah-langkah untuk mengurangi kemiskinan dan menjelaskan penerapan subsidi pengiriman

Pada kesempatan yang sama, Hengki menyampaikan terima kasih kepada focus group atas komitmennya untuk mencapai dunia Destinasi wisata kelas satu. Katanya: “Saya sangat berterima kasih kepada Pak/Madam yang sudah datang, ini bagian dari cara kita membangun destinasi wisata kelas dunia, dan tentunya regulasi tentang bagaimana kita tetap mengutamakan keselamatan dan keselamatan transportasi laut.” Ia berharap dalam rombongan diskusi ini bisa menyampaikan pengelolaan pelabuhan, pengelolaan tempat wisata, kanal pelabuhan, pengembangan terminal penumpang yang didedikasikan untuk mendukung industri pariwisata, dan bagaimana logistik-untuk mendukung fungsi tersebut, lanjut Hengki, harusnya. Segera laksanakan penataan jalur pelayaran pelabuhan Labuan Bajo, terminal Vejirambu dan alur pulau Komodo. “Terima kasih atas sinergi yang baik antara semua pihak yang berkepentingan, draf menteri” Surat Keputusan Perhubungan (RKM) sudah siap. , Melibatkan pendirian Pelabuhan Labuan Bajo, Dermaga Wae Kelambu dan jalur lintas laut Pulau Komodo. “

Tinggalkan Balasan