2020-10-31 |  Kilas Kementerian

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali memuji sikap PSSI dan PT LIB terhadap keputusan POLRI tidak mengeluarkan izin crowd sebagai ganti rotasi Ligue 1 dan Liga 2. Menteri Pemuda dan Olahraga RI dan Ketua PSSI Mochamad Iriawan, Ketua Pelaksana PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita, Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi dan Sesmenpora Gatot S Dewa Broto mem-repost pemberitaan tersebut di Lomen Kemenpora di lobby. (29/9/2020) Sore .

Pada jumpa pers perjanjian kesehatan yang berlaku, Menteri Pemuda dan Olahraga RI menyatakan telah menyelenggarakan rapat koordinasi sepak bola Indonesia dengan pimpinan PSSI dan PT LIB beserta karyawannya. Perkembangan.

Dalam rapat koordinasi, PSSI dengan arif dan bijak melanjutkan Ligue 1 dan Ligue 2.

“PSSI sudah memutuskan untuk menunda kompetisi untuk pengikut ng berbulan-bulan. Ini yang dilakukan Ketum PSSI PT LIB. Kita harus berterima kasih kepada direksi. Kemenpora mengapresiasi pesan ketua PSSI dari Mabes Polri untuk mengutamakan keselamatan masyarakat Sikap, “kata Menpora Indonesia.

Indonesia Menpora mewajibkan seluruh pemain sepak bola Indonesia memahami keputusan ini. Kita juga bisa memahami keputusan PSSI bagi seluruh insan sepak bola nasional, semoga pandemi ini segera berakhir dan Insya Allah terus bertanding. Saya berharap bulan depan ada tanda-tanda perbaikan kondisi kompetisi sehingga kita bisa melanjutkan kompetisi. ”Tambahnya. Lawan Persik Kediri harus dilaporkan ke lawan Persik Kediri sesuai instruksi Mabes Polri yang tidak mengeluarkan izin keramaian.

“ Kita semua tahu , Mabes Polri mengeluarkan izin yang dikeluarkan oleh Kadivhumas, dan Kadivhumas menunda izin tersebut untuk sementara. Mempertimbangkan keluarnya izin kerumunan; pertama, POLRI menilai jumlah kasus Covid-19 di Indonesia cukup tinggi, dan kita tahu itu masalahnya; kedua, POLRI sudah mengeluarkan keputusan dan sama sekali belum mengeluarkan izin “di level saat ini,” kata Mochamad Iriawan.

“Tentu saja, untuk dua keputusan ini, Federasi kami (PSSI) menjawab pertanyaan ini, menghormati dan memahami keputusan ulangan Ligue 1 dan Ligue 2 yang tidak sah atau ditunda. Kami sekali lagi menghormati dan memahami keputusan Mabes POLRI PSSI juga berterima kasih kepada klub atas antusiasme dan pengorbanan yang telah mempersiapkan timnya untuk melanjutkan pertandingan ini, ia menambahkan: “Meskipun mereka sudah berada di pulau Yogja dan Malang di Jawa. “Namun, PSSI yakin dan optimis bahwa setelah pandemi selesai, pertandingan Liga 1 dan Liga 2 akan berlanjut pada waktunya dan akan dibatalkan secepatnya. —” Secara khusus, PSSI meminta agar pertandingan ditunda selama satu bulan. Karena jika permainan dimulai pada bulan November maka akan berakhir pada bulan maret, kita masih memiliki waktu untuk mengikuti permainan tersebut, karena jika dimulai pada bulan desember kita akan memenangkan permainan tersebut. “Tunda harus ditunda, karena April sudah memasuki Ramadhan dan Mei akan memasuki Piala Dunia U-20 2021,” ujarnya- “Jika kondisinya memungkinkan, ini harapan kami agar pemerintah dan polisi mengizinkan, kami akan Pertandingan Ligue 1 dan Ligue 2 akan digelar lagi dalam waktu satu bulan. Kita tahu apakah game ini akan berlanjut, akan menghilangkan satu generasi, dan timnas tidak bisa mengikuti agenda FIFA atau AFC. Ya, katanya, FIFA dan AFC menganggap ini buruk.

Tinggalkan Balasan