2020-10-31 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Administrasi Kelautan Kementerian Perhubungan telah menyelesaikan tahap pertama implementasi electronic driving test bed untuk 4 (empat) stasiun VTS (VTS) di perairan Indonesia. Pengujian dilakukan di 4 (empat) stasiun VTS di VTS Batam, VTS Tanjung Priok, VTS Benoa dan VTS Tarakan pada bulan Juni 2020 dan Juli 2020. -Evaluasi dilakukan di Yogyakarta, yang dianggap sebagai tujuan wisata utama. Sektor yang bisa menghidupkan kembali perekonomian, sekaligus memperhatikan kesepakatan kesehatan untuk pandemi Covid-19. ) Pada tahap pertama jebakan elektronik, langkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh Administrasi Keselamatan Maritim Negara adalah mengevaluasi dan mengevaluasi seluruh rangkaian kegiatan percobaan.

“Hari ini, Rabu (29/7/2020) Gubernur Henkey mengatakan:“ Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan pemangku kepentingan terkait melalui Direktorat Jenderal Navigasi telah mengambil langkah yang sangat penting dalam penerapan sistem penipuan elektronik. Dia melanjutkan: “Kami sedang melakukan penilaian bersama. Untuk mengevaluasi dan menentukan langkah-langkah selanjutnya, seperti merumuskan regulasi, harap membaca hal-hal berikut ini:

Kementerian Perhubungan sedang mempersiapkan langkah-langkah untuk memprediksi puncak kendaraan saat Idul Adha – tingkat yang akan dicapai ke depan, sumber daya manusia dan kerangka hukum untuk pelaksanaan hukum . “–Selain itu, kata Hengki, penerapan E-Pilotage tidak hanya untuk meningkatkan pelayanan keselamatan maritim di perairan Indonesia dan pelayanan untuk melindungi lingkungan laut, tetapi juga salah satu rencana biro yang cepat berhasil mengoptimalkan penggunaan stasiun kapal. Pelayanan Transportasi Area Navigasi (VTS) .

Baca: Libur Pan jang Idul Adha Diharapkan, yang Dilakukan Kementerian Perhubungan-Henji mengatakan: “Bahkan ke depan, penerapan pengaturan e-saran akan memastikan bahwa Pelayanan yang efisien dan tepat waktu di bidang keselamatan transportasi laut berdampak dan secara ekonomis dapat menekan biaya logistik dalam negeri. Mengenai evaluasi tes E-Pilotage, Hengki mengatakan metode yang digunakan dalam evaluasi adalah observasi langsung dan survei kuesioner. Metode-metode tersebut telah disebarkan kepada stakeholders terkait, antara lain: ABK, Pandu, operator VTS dan kuesioner untuk mendapatkan elektronik Informasi dan data utama peserta utama ujian masuk.

“Dari penilaian ini, bangku tes E-Pilotage biasanya dilaksanakan di 4 (empat), yaitu VTS Batam, VTS. Tanjung Priok, VTS Benoa dan VTS Tarakan semuanya telah bekerja dengan baik dan lancar dalam penggunaan sarana dan cara pembinaan serta komunikasi antar instansi terkait. Meski demikian, Hengki mengakui ke depan terutama akan melibatkan koordinasi antar instansi terkait, kapabilitas sumber daya manusia, dan perlunya kelengkapan regulasi atau aturan sebagai payung hukum penyelenggaraan electronic driving. Kami sangat berterima kasih atas keberhasilan uji coba E-Pilotage tahap pertama ini. Semua pihak terkait terutama kepala wilayah pelayaran, kantor pelabuhan dan departemen yang berwenang, jasa pembinaan perusahaan pelabuhan dan pejabat Bandan. (BUP), ”kata Hengki. .

Baca: Kementerian Perhubungan selenggarakan peningkatan kapasitas operator dan teknisi telekomunikasi

Selain itu, kapasitas SDM operator VTS harus ditingkatkan sesuai standar IALA, optimalisasi fungsi sistem VTS, dan Menurut keputusan General Manager Pe rhubung Laut No. 287 / DJPL / 2020, menambahkan fungsi atau alat yang dapat membantu VTS membuat keputusan dan memelihara sistem secara teratur.

Tujuan Menjamin kehandalan dan sosialisasi peralatan VTS melalui partisipasi terkait KSOP, kawasan navigasi, Pandu dan BUP (*)

Tinggalkan Balasan